KOTBAH.ORG

KUMPULAN KOTBAH YOHANNIS TRISFANT, MTh

MENGAPA HATIMU PANAS? (KEJADIAN 4: 1-16)

Posted by trisfant pada Januari 23, 2011

Kotbah ini disampaikan oleh Pdt. Yohannis Trisfant, MTh di GKIm Amanat Kristus , Bandung.

Dalam format AUDIO  Klik MENGAPA HATIMU PANAS ?

Di kota Pontianak, Kalimantan ada cara unik untuk menangkap kepiting.
Caranya dengan menggunakan sebatang bambu yang diberi tali, lalu pada ujungnya tali diikat sebuah batu kecil.
Bambu diayun-ayunkan pada lubang kepiting yang diincar, kepiting diganggu dengan batu yang tersentak-sentak untuk membuatnya marah.
Jika kepiting marah maka ia akan menggigit tali atau batu itu dengan capitnya dan mencengkamnya dengan kuat, sehingga orang yang menangkapnya dengan mudah menarik bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting yang sedang marah.

Lalu kepiting tersebut dimasukan ke sebuah wajan besar yang berisi air mendidih untuk direbus dengan api pada kompor yang sedang menyala.
Kepiting yang marah seketika itu juga melepaskan gigitannya, tetapi tak lama kemudian tubuhnya menjadi merah dan siap untuk disantap.
Kepiting itu menjadi korban santapan akibat kemarahannya atas gangguan yang terjadi.

Sering kali banyak orang yang jatuh dalam kesulitan, masalah, kehilangan peluang, jabatan, ataupun materi karena marah.

Pencobaan inilah yang seringkali kita alami. Saudara tahu, Pencobaan pertama yang diberikan Iblis kepada keturunan Adam dan Hawa adalah kemarahan. Ini seperti memancing kepiting. Hal yang ditangani Allah pertama kali setelah manusia jatuh dalam dosa, adalah masalah kemarahan. Pertanyaan pertama Allah setelah kejatuhan manusia adalah “mengapa hatimu panas dan mukamu muram?”(Kejadian 4: 6).ini menyangkut kemarahan. inilah pertanyaan pertama yang Allah ajukan setelah manusia berada di luar taman eden. Pertanyaan pertama ini menyangkut soal kemarahan. Dia bertanya kepada Kain, “Mengapa engkau marah? Mengapa mukamu geram? (BIS). ini menarik. oleh karena itulah kita akan pelajari mengenai kemarahan Kain.

kemarahan atau hati panas, menyentuh semua kita. hati yang panas kalau tidak ditangani dengan benar akan merusak. Kemarahan bisa mengakibatkan rusaknya hubungan, bisa mengakibatkan pemukulan, bahkan pembunuhan. Kemarahan itu diiekspresikan dalam berbagai macam bentuk. ada yang mengekpresikan di luar, ada juga yang menyimpannya di dalamnya hati dan suatu waktu bisa meledak dan membahayakan.

ada kutipan mengatakan seperti ini: jangan membuatku marah, karen engkau tidak akan suka ketika saya marah. ini memang realita. dua orang dalam kondisi yang normal, akan kelihatan baik dan manisa. tetapi ketika ada gesekan dan mereka marah, maka mereka berdua menjadi mengerikan. Tidak ada seorang pun yang suka melihat orang lain marah. Wajah cantik /gagah akan menjadi jelek ketka marah. wajah jelek akan semakin menyeramkan ketika marah dan banyak kerusakan akan timbul karena kemarahan

Oleh karena itu, kita akan pelajari penyebab kemarahan dan bagaimana mengatasi kemarahan. Kain marah, pasti ada penyebabnya. Kita perlu mempelajari penyebab kemarahan kain, supaya kita berhati hati ketika peristiwa yang mirip mencobai kita. Kita juga akan melihat mengapa kain gagal mengatasi kemarahannya. dari kegagalannya ini, kita akan menarik kesimpulan mengenai bagaimana mengatasi kemarahan.

Apakah yang menyebabkan Kain marah. Ada 4 hal yang menyebabkan kain marah. Saudara akan mudah mengingatnya kalau bisa sedikit bahasa Inggris. penyebabnya adalah singkatan dari nama CAIN sendiri
Pertama, adalah C (Comparison). atau perbandingan

Perbandingan menyebabkan kemarahan. Dalam kisah ini, ada 2 persembahan yang diberikan kepada Allah, satu dari kain dan satu lagi dari Habel. Persembahan Habel diterima, sedangkan persembahan kain ditolak. ini menyebabkan kedua saudara kandung ini berkompetisi untuk menerima penerimaan dan kasih dari Allah. Kain membandingkan dirinya dengan adiknya Habel. Membandingkan diri inilah yang membuat Kain menjadi panas hati ketika dia melihat bahwa dirinya kalah dari adiknya Habel.

Satu hal yang akan membuat saudara panas hati adalah ketika saudata membandingkan dirimu sendiri dengan orang lain. Kita biasanya membandingkan diri dengan orang yang dekat dengan kita. Biasanya kita suka membandingkan diri dengan adik, kakak, sepupu, teman dekat. Pada waktu kita membandingkan diri dengan orang lain dna kita kalah, maka hati menjadi panas, menjadi iri hati. Salah satu penyebab kemarahan atau panas hati adalah ketika saudata membandingkan dirimu dengan orang lain. Iblis sangat suka kalau saudara memikirkan kesuksesannya orang lain dan kemudian membandingkannya dengan dirimu. Karena pada waktu saudara melakukan ini, maka muncullah iri hati dan tanpa kita sadari hati ini mulai panas. Suaminya begitu baik……penuh perhatian……lembut…….enggak pelit…Sedangkan suamiku………uh…..pelit…..dingin…….kasar. Istriku kurang cantik…….menjengkelkan….istrinya cantik sekali……..baik lagi…Rumahnya besar…………rumahku kecil…….Usahanya maju….usahaku payah. Ketika saudara mulai memikirkan itu, dan terus memikirkannya, maka saudara mulai iri hati dan hatimu mulai panas. Kain tidak bisa berhubungan dengan Allah karena dia begitu sibuk memikirkan mengenai dirinya dan bahwa persembahannya tidak diterima Allah sedangkan persembahan adiknya diterima Allah. Padahal dia adalah kaka dan Habel adalah adik. mengapa yang diterima adalah adiknya dan bukan dirinya sebagai kakak. Kain tidak lagi memiliki hubungan yang baik dengan Allah karena dia telralu sibuk melihat keberhasilan orang lain dan sibuk melihat dirinya yang gagal.

hati hatilah dengan perbandingan. Janganlah membandingkan dirimu dengan orang lain. Jangan terlalu menanggapi juga ketka orang lain membandingkanmu dengan orang lain. Membandingkan diri dengan orang lain lebih banyak dampak negatifnya. pada waktu saudara membandingkan dirimu dengan orang lain dan ternyata saudara kalah dari dia, maka saudara akan panas. Tetapi kalau saudara menang dari dia, saudara akan sombong. Oleh sebab itu, janganlah membandingkan anak saudara juga dengan anak orang lain. jangan mengatakan:’ lihat tuh….si Upin, lebih pintar dari kamu. terkadang kita lakukan itu untuk memotivasi anak, agar rajin belajar. Namun pertanyaannya apakah dia menjadi rajin belajar ataukah justru menjadi iri hati , menjadi panas hati? Daripada membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik saudara bertanya kepada diri sendiri, apakah hidupku sudah berkenan kepada Allah? apakah sudah sesuai standard yang Allah inginkan?

Jadi hal pertama yang membuat kain panas hati adalah COMPARISON

Kedua, adalah A (Acceptance Issues ) atau persoalan penerimaan.

Hal kedua yang menyebabkan terjadinya panas hati adalah tidak ada nya penerimaan. Kain menjadi marah, karena Allah tidak menerima persembahannya. Mengapa Allah tidak menerima persembahannya? ini merupakan persembahan yang pertama yang mereka berikan kepada Allah. Kain sebagai Petani, tentu membawa hasil pertaniannya untuk dieprsembahakan kepada Allah. habel sebagai gembala kambing domba tentu membawa hasil peternakannya untuk dipersembahkan. Lalu mengapa yang diterima Allah adalah persembahannya Habel dan Allah menolak persembahan Kain? saya masih ingat yang diajarkan di sekolah minggu dulu waktu saya ke sekolah minggu. Di sekolah Minggu diajarkan bahwa Habel diterima persembahnnya dan Kain ditolak, karena Habel memberikan yang terbaik, sedangkan Kain memberikan yang jelek jelek kepada Allah. Memang benar bahwa habel memberikan yang terbaik kepada Allah, kkarena Kej 4:4 mengatakan bahwa Habelmempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya;. Tetapi alkitab tidak mengatakan kalau persembahannya kain itu jelek jelek atau bukan yang terbaik dari hasil pertaniannya. Kej 4:3 menuliskan bahwa Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan. Persembahan habel memang lebih baik dari persembahan Kain. Ibrani 11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

Habel memeprsembahkan korban yang lebih baik dari Kain, bukan berarti bahwa kain memberikan yang jelek jelek. alkitab tidak mengatakan korbannya kain yang jelek jelek. Kain mungkin saja mempersemahkan korban yang bagus bagus, tetapi Habel memberikan korban yang lebih bagus. Bisa begitu khan pengertiannya? Jadi belum tentu korbannya kain jelek jelek. Dan kalau Tuhan hanya menerima persembahan yang terbaik saja, lalu bagaimana dengan kita yang memberikan bukan persembahan yang terbaik. Karena saya yakin masih banyak orang kristen memberikan bukan persembahan yang terbak. Apakah semuanya lantas ditolak?

lalu mengapa persembahan Kain ditolak? dan persembahan habel diterima? ada dua jawaban. pertama, dari 1 Yoh 3:12, bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
Saya pikir inilah penyebabnya sehingga persembahannya ditolak, yaitu karena segala perbuatannya jahat. Tuhan bukan hanya melihat bagusnya korban yang dibawa ke Mezbah, tetapi yang terutama Tuhan melihat, sikap dan karakter dari penyembah. Walaupun persembahnnya bagus, namun kalau kehidupannya sehari hari penuh dosa, apakah lantas Tuhan menerima persembahnnya? Yang membuat Allah menerima korban persembahan Habel bukan hanya karena nilai korbannya Habel, melainkan karena imannya Habel, karena hidupnya sehar hari. inilah yang membuat persembahan Habel diterima. Hal kedua yang membuat persembahan Habel diterima dan kain ditolak adalah terdapat dalam Kel 33:19 Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Allah memilih persembahan Habel dan menolak persembahan Kain, itu semuanya berada di dalam kedaulatan Allah.

yang menjadi masalah disini adalah Kain tidak bisa menerima ketika persembahannya ditolak Allah dan persembahan adiknya diterima Allah. seharusnya dia mengoreksi diri ketika persembahannya ditolak dan bukannya menjadi panas hati terhadap Habel. Seharusnya Kain mengakui kedaualtan Allah dalam memilih persembahan Habel dna menolak persembahnya. Namun semua itu tidak dilakukannya. Penolakan membuat dia langsung marah.

Kita harus belajar menerima kalau Allah belum memberikan berkat yang kita harapkan. Kalau orang lain diberkati dan kita belum diberkati, tidak perlu iri hati. Evaluasi saja diri kita. Mungkin kita perlu memperbaiki tingkah laku, mungkin iman kita perlu diperbaiki. atau kita mungkin perlu belajar untuk tunduk kepada kehendak Allah.

Ketiga, I (Isolation ), isolasi

Isolasi menyebabkan kemarahan. kain mengsiolasi dirinya sendiri. Dia terus memikirkan sendiri mengenai dirinya, hidupnya yang kalah dari adiknya habel. ini membuatnya semakin hari semakin panas. seandainya Kain memiliki teman untuk sharing mengenai panas hatinya, dia tidak akan melakukan tindakan nekat itu yakni membunuh adiknya. Jika saudara tidak memiliki teman untuk berdoa bersama, berbicara, atau kelompok kecil, untuk berbicara mengenai masalahmu, maka saudara akan berbicara kepada dirimu sendiri. Saudara mulai berdialog dengan dirimu sendiri, dan saudara mulai marah, semakin marah. Hati hatilah dengan kehidupan yang mengisolasi diri. kebanyakan orang yang depresi dna bunuh diri , atau membunuh orang lain itu karena dia tidak punya teman rohani. dia suka mengisolasi diri.

Kita ini membutuhkan pertolongan orang lain , supaya kita tidak bicara dengan diri kita sendiri hal hal yang merusak. Kalau kita bicarakan dnegan orang lain, kejengkelan kita, panas hati kita, maka orang lain masih bsia meredam diri kita. Selalu butuh orang lain untuk membantu kita. Bentuk bantuan itu bisa bermacam macam untuk meredam kemarahan kita.

Jenderal Angkatan Udara dan Anak Kecil Yang Marah
Ketika pesawat sedang bersiap untuk take-off, seorang anak 5 tahun marah-marah dengan liar. Tidak peduli apa karena frustrasi, sang ibu mencoba menenangkannya, namun anak itu terus berteriak keras dan menendang kursi di sekelilingnya.
Tiba-tiba, dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jendral Angkatan Udara terlihat perlahan-lahan berjalan ke depan, menghentikan ibu yang bingung dengan tangan terangkat. Berambut putih, sopan, Jendral bersuara lembut itu membungkuk ke bawah, menunjuk ke arah dadanya, berbisik sesuatu ke telinga anak itu.

Seketika, anak itu tenang, dengan lembut memegang tangan ibunya, dan secara tenang mengikatkan sabuk pengamannya. Semua penumpang lain bertepuk tangan secara spontan.
Perlahan-lahan Jendral itu berjalan kembali ke tempat duduknya, dan salah satu petugas kabin menyentuh lengan bajunya. “Maaf, Jenderal,” tanya dia dengan tenang, “apakah saya bisa bertanya mantra ajaib apa yang digunakan pada anak kecil itu?”
Orang tua itu tersenyum tenang dan lembut mengaku, “Aku menunjukkan padanya wing pilot saya, bintang jasa, dan pita pertempuran, dan menjelaskan bahwa dengan tanda penghargaan itu saya berhak untuk memilih dan membuang salah satu penumpang keluar dari pesawat.”

Bersyukur ada pilot yang bisa meredam kemarahan anak ini. kita pun butuh orang lain untuk bsia menolong kita menguasai panas hati. dengan adanya orang lain, kita akan mampu mengatasi panas hatinya kita.

Keempat, N (Negativity). Sikap yang negatif

Sifat yang negatif menyebabkan kemarahan. Habel adalah orang yang baik. Habel tidak pantas dibunuh. kalau Kain berpikiran jernih, dia tidak akan membunuh adiknya. Dia kalau berpikiran positip, dia akan menyadari bahwa persembahan nya ditolak dan persembahan kain diterima karena semata mata kedaualtan Allah. kalau dia berpikiran positip, dia akan mengintropeksi dirinya. Namun pikirannya sudah error. Pikirannya sudah negatif. Pikiran negatif ini membalik semua yang baik menjadi jahat dan membalik yang jahat menjadi baik. Amat disesalkan bahwa ini tidak disadari Kain.

Kain ini cepat tersinggung. Masakan hanya karena persembahannya ditolak, lantas dia sudah punya sikap negatif terhadap Habel. apakah Habel menyomnbongkan diri dihadapan kain? kayaknya enggak mungkin, karena Alkitab mengatakan Habel itu beriman kepada Allah. Kemungkinan besar, Kain ini memiliki pikiran negatif, dan semua tindakan Habel setelah mempersembahkan korban menyinggung Kain.

Kalau kita sudah punya sikap yang negatif terhadap seseorang, maka apa juga yang dilakukannya akan kita anggap salah dan membuat kita marah. dia mau bantu kita, akan dianggap mau menghina kita.

bagaimana menghadapi sikap yang negatif yang menggoda kita ini? kita harus berkuasa atasnya. Allah berkata dalam kej 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Kita harus berkuasa atas sifat yang negatif ini. kita harus berkuasa atas panas hati kita. kita bisa menang atas emosi dan pikiran kita. Firman Tuhan mengatakan :” Amsal 16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.Pro 14:17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar. Bberbicaralah kepada diri saudara dengan pikiran positip, bukan dengan pikiran negatif.

Memang tidak mudah berkuasa atas pikiran negatif kepada orang lain, tapi kita harus berkuasa atas pikrian negatif itu. kita harus bisa menguasai kemarahan kita.

Penutup:
Stoplah marah dan panas hati. Kemarahan merugikan diri kita dan merugikan orang lain. Kain rugi ketika dia marah. Dia menjadi alat Iblis. Habel juga terbunuh karena kemarahan kain.

Walaupun kemarahan kita tidak sampai membunuh orang lain, tetapi kemarahan itu sendiri sudah membuat orang lain luka, walaupun kita sudah minta maaf.

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah.
Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya.Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku.
Paku?
Ya, paku!
Sang anak heran.
Tapi, bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak.
Dengan suaranya yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah setiap kali marah.
Ajaib!
Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku!
Begitu juga di hari kedua, ketiga, dan beberapa hari selanjutnya.
Tapi, tak berlangsung lama.
Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap.
Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan begitu banyak paku ke pagar.
Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil.
Si anak tak lagi pemarah.
Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya.
Sang ayah tersenyum.
Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari berlalu, dan si anak berhasil mencabut semua paku dari pagar.
Ia bergegas melaporkan kabar gembira itu kepada ayahnya.
“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku.
Tapi,lihatlah lubang-lubang di pagar ini.
Pagar ini tidak akan bisa seperti sebelumnya”, kata si ayah bijak.
“Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu membekas seperti lubang ini di hati orang lain.
Tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada”.
Ucap sang ayah lembut namun sarat makna.
Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca.
Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya.

Salam

DOWNLOAD KOTBAH AUDIO MENGAPA HATIMU PANAS

kotbah.org

KOTBAH KOTBAH ini boleh di kotbah kan kembali tanpa harus menyebutkan sumbernya.

buku yang rekomendasikan adalah karangan Bill Hybels, gembala willow creek church.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 217 pengikut lainnya.