KOTBAH.ORG

KUMPULAN KOTBAH YOHANNIS TRISFANT, MTh

Arsip untuk ‘Kotbah’ Kategori

Berbahagialah orang yang murah hatinya (Matius 5:7)

Posted by trisfant pada Mei 12, 2012

Henry Nouwen adalah seorang Pendeta yang pernah mengajar di Universitas Harvard dan pada puncak kariernya dia meninggalkan Harvard dan merawat seorang pria cacat. Pemuda yang dirawatnya bernama Adam berusia 25 tahun. Pemuda ini tidak bisa berbicara , tidak bisa berpakaian atau membuka pakaiannya sendiri. Dia tidak bisa berjalan, tidak bisa makan tanpa dibantu oleh orang lain. Ia tidak menangis atau tertawa. Hanya kadang kadang saja ia melakukan kontak mata. Ia menderita epilepsy yang parah dan sering kejang. Walaupun memakai banyak obat hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa mengalami kekejangan hebat. Kadang kadang ia mendadak kaku dan mengeluarkan raungan melolong. Sesekali air mata pemuda itu mengalir di pipinya. Nouwen mengatakan bahwa dia perlu waktu satu setengah jam untuk membangunkan Adam, memberikan obatnya, membawanya ke kamar mandi, membersihkan badannya, mencukurnya, menyikat giginya, memakaikan pakaian, mengantarnya ke dapur, memberinya sarapan, meletakkan dia di kursi roda dan membawanya ke tempat dimana ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan latihan terapeutik.
Kita mungkin bertanya, untuk apa Henry Nouwen yang demikian pandai menghabiskan waktunya yang demikian berharga untuk mengurus Adam yang cacat. Lebih baik Henry Nouwen membayar seorang suster untuk merawat Adam. Philip Yancey menanyakan pertanyaan ini kepada Henry Nouwen. Apa jawaban Henry Nouwen? Dia mengatakan: bukan adam yang mendapatkan keuntungan dari pelayanan saya, justru sayalah yang mendapatkan keutungan itu. Pelayanannya untuk Adam memberikan kepadanya kedamaian hati yang sangat penuh. Sebelumnya dia begitu berambisi dalam bidang akademis, namun kini dia belajar sebuah pelajaran yang sangat berarti. Pelajaran yang dia peroleh adalah : “apa yang membuat kita menjadi manusia, bukanlah otak kita, tapi hati kita” Apa yang membuat kita menjadi manusia bukanlah kemampuan kita berpikir melainkan kemampuan kita mengasihi. Orang yang murah hatinya benar benar berbahagia. Ini telah dialami oleh Henry Nouwen.

Ditulis dalam Kotbah | Bertanda: , , | 2 Komentar »

TUBUHMU ADALAH BAIT ROH KUDUS (1 Kor 3:16-17; 6: 19-20)

Posted by trisfant pada Mei 12, 2012

Dalam filsafat Yunani kuno, tubuh manusia dinilai rendah. Ada ungkapan yang mengatakan: “Tubuh manusia adalah penjara jiwa. Karena jiwa itu baik, sedangkan tubuh jahat, maka kita harus berusaha melepaskan jiwa dari tubuh.” Epictitus berkata: “Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting.” Pandangan seperti ini akan mempengaruhi sikap kita terhadap tubuh.

Tubuh tidaklah jahat. Paulus mengatakan : tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus? Apakah maksudnya tubuh kita adalah bait Roh Kudus ?
Pertama, tubuh kita didiami oleh Allah.

1 Kor 3;16 , mengatakan Roh Allah diam di dalam kamu. Ini luar biasa. Dalam Perjanjian Lama, Bait Allah merupakan tempat dimana Allah yang MahaTinggi berjanji untuk menemui umatNya Israel. Mereka boleh datang ke bait Allah dan Allah Maha Tinggi akan menjumpai mereka. Allah yang Mahatinggi tidaklah berdiam di dalam keempat tembok bangunan bait Allah. Tetapi hanya di tempat khusus dalam ruangan Mahakudus , disitulah Allah berdiam. Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya, maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon. Firman TUHAN kepadanya: “Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa (1 Raja 9:1-3). Allah berdiam di dalam bait Allah yang dibangun oleh Salomo. Bait Allah yang dibangun oleh Salomo sudah dihancurkan dan dibangun kembali oleh Herodes.
Di dalam Perjanjian Baru, tidak lagi dikatakan bahwa Allah berdiam di dalam bait Allah. Bait Allah sekarang hanya tinggal bangunan saja. Di dalamnya sudah tidak ada upacara korban. Bait Allah di Yerusalem sekarang hanya menjadi obyek wisata. Lalu Allah berdiam dimana? Paulus mengatakan, Roh Allah diam di dalam kamu. Allah yang Mahatinggi berdiam di dalam diri kita. Kita adalah baitNya yang kudus.
Allah tidaklah berdiam dalam awan yang tidak terhampiri. Allah tidak lagi tinggal dalam ruangan sebuah bait Allah, namun Allah tinggal dalam diri saudara. ini luar biasa. Saya tidak pernah mendengar bahwa ada kepercayaan ataua agama mengatakan bahwa Allah tinggal di dalam diri mereka. Namun inilah yang terjadi atas diri kita. Betapa besarnya kuasa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Betapa besarnya anugerah yang Allah berikan. Tetapi juga betapa besarnya tanggungjawab kita untuk menjaga bait Allah ini, menjaga kesehatannya, menjaga agar tubuhnya dikuasai oleh Roh Allah, menjaga agar tidak dipakai untuk berbuat dosa.
Kita bertanggungjawab menjaga secara fisik dan secara spiritual atas bait Alah ini. Karena tubuh kita adalah bait Allah, maka kita bertanggunggjawab menjaga kesehatannya. Jangan dirusak oleh pola hidup yang tidak bertanggungjawab. Orang kristen yang tidak menjaga kesehatan tubuhnya, berdosa kepada Tuhan. Dosa itu bukan hanya pelanggaran terhadap hukum Allah. Dosa juga adalah ketika kita tahu yang baik dan tidak melakukannya, maka kita berdosa. Pada waktu saudara tahu bahwa tubuhmu adalah bait Allah namun tidak menjaga kesehatannya, maka saudara berdosa. Saya ada sakit maag, dan saya tahu bahwa saya tidak boleh makan yang pedes-pedes. Namun saya suka sekali makan yang pedes. Saya sulit sekali untuk berhenti. Namun ketika mengingat bahwa tubuh saya adalah bait Allah dan kalau saya tahu bahwa tidak boleh makan cabe namun saya tetap makan, maka saya berdosa kepada Tuhan. Pemahaman itu yang membuat saya berhenti makan sambel. Sama halnya dengan rokok. itu memang membuat enak, kecanduan, namun kalau kita ingat kebenaran ini bahwa tubuh adalah bait Allah dan kita berdosa kalau merusak bait Allah ini.
Banyak orang kristen yang membenarkan dirinya dan berkata, merokok itu tidak dosa karena Alkitab tidaklah melarang. Alkitab memang tidak menyebut tentang rokok, namun prinsipnya ada. Ada banyak prinsip Alkitab yang melarang kita merokok. Merokok itu membuat kecanduan.
Saudara pernah mendengar istilah “cold turkey”? lstilah tersebut digunakan bagi perokok yang berhenti merokok secara total dan langsung (tidak bertahap). Mungkin cara ini terdengar menarik, perokok hanya membuang seluruh rokok dan mendeklarasikan bahwa dirinya sudah berhenti merokok. Mudah bukan? Jangan salah, teknik “cold turkey”belum tentu berhasil untuk semua orang, karena hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Di antara mereka yang berusaha berhenti merokok tanpa bantuan terapi atau pengobatan, sebanyak 95% akhirnya kambuh lagi untuk merokok.
Ingat, merokok adalah suatu adiksi (kecanduan). Otak seorang perokok membutuhkan nikotin lebih dan lebih lagi agar dapat berkonsentrasi dengan baik. Ketika tidak ada asupan nikotin dari rokok (karena perokok berhenti mendadak), gejala putus nikotin bisa terjadi, dan dibutuhkan kesabaran dan motivasi yang sangat kuat untuk melawannya.
Rokok itu menguasai seseroang. rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas. Mereka yang merokok berarti dikuasai oleh rokok, dikuasai oleh keinginan daging. Hidup kristen adalah hidup yang dikuasai oleh Roh Kudus, sebuah hidup yang tidak dikontrol oleh materi, tetapi dikontrol oleh Roh Kudus. Kita berdosa ketika memberikan diri kita dikuasai oleh rokok dan bukan oleh Tuhan.
Dosa merokok bukan hanya kecanduan, tetapi juga merusak bahkan membunuh bait Allah. Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai satu sedotan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.
TAR : Zat berbahaya ini ( berupa kotoran pekat ) dpt menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan, shg menyebabkan penyakit bronchitis kronis,dan dalam bebearapa kasus menyebabkan kanker paru-paru. Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih.
NIKOTIN : Adalah suatu zat yg membuat kecanduan dan dpt mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.
KARBON MONOKSIDA : Zat ini dpt meresap dlm aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat2 penyumbat pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal.
Masih banyak lagi zat-zat lain yang berbahaya dalam rokok yang bisa merusak tubuh dan mempercepat kematian.
Perokok pasti tahu bahwa merokok itu membahayakan kesehatan. Para perokok pasti tahu bahwa ketika mereka berhenti merokok maka tubuh mereka akan terhindar dari banyak penyakit yang diaibatkan oleh rokok. Ketika kita tahu semua ini dan tidak melakukan yang baik tersebut, berhenti merokok maka kita berdosa kepada Allah. Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Apakah orang yang merokok kalau mati masuk neraka? 1 Korintus 3:17 mengatakan, Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. Ayat ini tidaklah bermaksud mengatakan bahwa seorang perokok yang membunuh tubuhnya dengan asap rokok akan masuk neraka. Ayat ini berbicara mengenai perpecahan. Jika ada orang yang memecah belah gereja dan membinasakan jemaat sebagai bait Allah, maka Allah akan membinasakan orang tersebut. Masuk surga dan masuk neraka tergantung dari iman saudara kepada Kristus. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Rom 10:9).

Seorang perokok yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus akan tetap masuk surga. Namun seperti apa? Perhatikanlah 1 Kor 3:11-15
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1 Kor 3:11-15)
Kita sudah diberikan iman keselamatan dan itulah yang menjadi dasar. Kita sekarang sedang membangun di atas iman itu sebuah kehidupan. Pertanyaannya adalah, kehidupan seerti apakah yang kita bangun diatas dasar iman tadi? apakah kehidupan yang dikuasi oleh Roh Kudus ? ataukah kehidupan yang dikuasi oleh si aku? Kalau hidup kita dikuasi oleh si aku selama kita hidup, itu artinya kita ini manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Dan kalau kita terus berada dalam kondisi seperti ini, maka jangan kaget kalau suatu waktu kita sama seperti yang digambarkn oleh Paulus, yakni kita seperti puntung yang ditarik dari api. Diselamatkan, namun kondisinya sangat buruk, karena tidak hidup secara rohani selama di dunia ini.
Kedua, tubuh kita bukan milik kita.

Ketika firman Tuhan mengatakan, tubuhmu adalah bait Roh Kudus, maka itu artinya, tubuh kita ini adalah milik Allah. Tubuh kita menjadi milik Allah karena sudah dibeli oleh Kristus. Inilah prinsip hidup yang saudara harus pegang dalam menjalani hidupmu sehari hari. Status saudara bukan lagi seperti dulu, yang bebas untuk berbuat dosa. Status saudara sekarang adalah sudah dibeli oleh Kristus. Dirimu bukan milikmu sendiri lagi tetapi milik Kristus. Status saudara bukan lagi sebagai orang yang tidak punya tuan. Saudara telah dimiliki oleh Kristus.
Paulus mengatakan ini dalam 1 Kor 6: 19,20, bahwa kamu bukan milik kamu sendiri, kamu telah dibeli. Apa maksudnya kamu telah dibeli? Artinya sederhana dan ini dikatakan sendiri oleh Paulus. Artinya adalah diri kita bukan milik kita lagi. Kita sudah menjadi milik Tuhan. Istilah ini menunjuk kepada kematian Kristus di atas kayu salib dimana Dia telah membayar harga untuk penebusan kita. Yesus membayar untuk pembebasan atas dosa dosa kita, sehingga kita boleh menjadi miliknya.
Istilah membeli adalah istilah yang biasa dipakai di pasar. Di pasar orang membeli ayam, membeli sayur, membeli ikan. Kalau zaman itu, bukan hanya ayam, sayur, ikan yang di perjual belikan, tetapi “orang” juga di perjual belikan. Para budak juga di pajang sebagai barang dagangan di pasar. Budak yang dijual di pasar, ketika di beli, berarti dilepaskan dari seorang tuan dan pindah ke tangan pembeli. Budak itu tidak lagi diperbudak oleh si penjual, tetapi sekarang dia dimiliki oleh tuannya yang baru yang sudah membelinya. Seperti inilah maksud Paulus mengatakan bahwa kamu telah dibeli, artinya adalah bahwa orang kristen yang sudah ditebus atau dibeli oleh Kristus, tidak lagi menjadi budak dosa, tetapi sekarang telah menjadi HAMBA YANG MELAYANI KRISTUS. Sekarang Kristus memiliki mereka dan tuan atas diri mereka. Mereka tetap tidak menjadi tuan atas diri sendiri walaupun sudah bebas dari perbudakan dosa. Jadi sebelum ditebus oleh Kristus, manusia itu budak dosa, namun setelah ditebus oleh Kristus, manusia menjadi hamba kebenaran atau hamba Kristus Yesus. Manusia tidak benar benar bebas.
Manusia itu tidak ada yang benar benar bebas. Misalnya saudara merasa bebas untuk merokok. Tetapi kebebasan saudara itu tidak boleh melanggar kebebasan orang lain yang tidak suka dengan asap rokok. Jadi orang yang merasa bebas merokok sebenarnya tidak bebas merokok, sebab kebebasannya dibatasi oleh orang lain yang juga ingin bebas dari asap rokok.
Dalam kekristenan. Menjadi orang Kristen juga sebenanya tidak bebas. Tidak bebas merokok, Tidak bebas cari pelacur, tidak bebas berbohong, tidak bebas menipu tidak bebas mencuri, tidak bebas balas dendam, tidak bebas membunuh. Orang yang belum menjadi Kristen, juga tidak bebas. Mereka memang bebas untuk berbuat dosa, tetapi sebenarnya tidak bebas juga, sebab mereka terikat dengan dosa. Mereka mesti cari pekacur. Enggak bebas. Keinginannya tidak bisa terbendung. Kalau enggak bohong rasanya gatal. Kalau tidak balas dendam, rasanya tidak enak. Kalau tidak merokok rasanya gelisah. Jadi mereka yang belum bertobat juga tidak bebas. Mereka bebas berbuat dosa tetapi terikat oleh dosa, karena mereka harus melakukan dosa dosa itu.
Orang yang belum Kristen menyebut orang Kristen diikat oleh gereja. Pagi pagi mesti bangun ke gereja. Orang Kristen melihat non Kristen juga tidak bebas. Lalu siapa yang bebas? Tidak ada yang bebas. Sebelum menjadi Kristen kita menyerahkan anggota tubuh kita menjadi hamba dosa. Setelah Kristen, kita menyerahkan anggota tubuh menjadi hamba kebenaran.
Lalu bedanya dimana? Bedanya adalah ada kerelaan dan kesukaaan berbuat kebenaran. Lalu mereka yang pergi ke tempat pelacuran apakah tidak ada kerelaan? Disitu juga ada kerelaan. Masa ke pelacur dipaksa. Ke pelacur juga rela. Sudah bosan dengan istrinya dia cari yang lain. Lalu apa perbedaannya? Perbedaannya adalah pada diri orang Kristen, ada persetujuan hati nurani.
Kamu benarナナsudah melakukan hal yang benarナナkamu sudah setia kepada istrimu.
Sedangkan di dalam diri orang yang belum percaya kepada Kristus, hati nuraninya berkata kamu salah, kamu berbuat dosaナ..kamu sudah selingkuhナ..kamu sudah mencuriナ..
Kita melihat, baik itu orang Kristen maupun non Kristen, sama sama menjadi budak. Tetapi yang satu adalah budak dosa, sedangkan yang lain adalah hamba Kristus Yesus atau budak kebenaran.
Diri kita bukan milik kita sendiri lagi, melainkan milik Kristus. Tubuh kita adalah bait Allah. Inilah yang harus menjadi motto hidup kita, bahwa diri kita sudah dibeli dan hidup kita bukan milik kita lagi. Prinsip hidup bahwa diri kita bukan milik kita lagi, tetapi merupakan tempat kediamannya Allah, seharusnya membuat kita untuk sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan.
Ralph Waldo Emerson mengatakan : ” A man is what he thinks about all day long”. Manusia adalah apa yang dia pikirkan sepanjang hari.
Orang kristen di Korintus memikirkan bahwa segala sesuatu halal bagi mereka. Prinsip hidup ini dijadikan alasan oleh mereka untuk melakukan dosa seksual. Dan itulah keberadaan mereka, hidup dalam perzinahan. Mereka hidup sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Namun Paulus mengatakan: memang segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Orang orang kristen di Korintus dalam 1 Kor 6:13 berpikiran bahwa karena makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan, maka tubuh juga untuk percabulan. Mereka menganggap bahwa perut dan makanan saling bergantung satu sama lain, oleh sebab itu tubuh dan seks juga saling bergantung satu sama lain. Mereka juga berpikiran bahwa seks dan makanan akan dibinasakan oleh Allah karena seks dan makanan hanya terbatas di bumi ini saja. Pikiran atau konsep yang seperti itulah yang membuat mereka melakukan percabulan sama seperti makan nasi.
Namun Paulus meluruskan konsep mereka dengan mengatakan bahwa tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh. Tubuhmu adalah anggota Kristus. Tubuhmu adalah bait Allah. Masakan anggota Kristus atau bait Allah diambil dan dipakai untuk percabulan. Kita melihat bahwa konsep hidup yang salah mengakibatkan tindakan yang salah. Konsep yang benar akan mengakibatkan tindakan yang benar.
A man is what he thinks. Manusia itu adalah apa yang dia pikirkan. Ketika kita sadar bahwa diri kita bukan milik kita lagi tetapi sudah dibeli oleh Kristus, maka kita tidak akan menyerahkan anggota tubuh Kristus ini kepada percabulan, kepada dosa. Kita tidak akan menyerahkan tangan, mata, semua anggota tubuh kita untuk melakukan percabulan. tubuh kita bukan haknya kita, tetapi haknya Tuhan.Tubuh kita adalah baitnya Tuhan. Kita sudah dbeli dengan harga yang mahal dan tidak punya hak untuk dengan bebas melakukan dosa dosa tersebut.
Kita mesti lebih menjaga apa yang bukan milik kita. Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa:
“Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami. Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami.” Jawab Elisa: “Pergilah!” Lalu berkatalah seorang: “Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.” Jawabnya: “Baik aku akan ikut.” Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon. Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: “Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!” (2Ki 6:1-5).
Mengapa nabi ini sangat panik ketika mata kapaknya jatuh ke dalam air? dia sangat panik karena kapak itu adalah kapak pinjaman. Kalau kapak sendiri yang jatuh pasti kita juga jengkel dan panik. Namun akan lebih panik lagi kalau kapak yang jatuh itu adalah kapak pinjaman. Kalau motor/mobil kita hilang pasti panik, namun akan lebih panik lagi kalau itu adalah motor/mobil pinjaman. Inilah sikap orang jujur dan baik. Kalau orang jahat, maka ketika barang pinjamannya hilang, dia tidak akan peduli. Orang yang baik tidak akan merusak apa yang bukan miliknya.
Tubuh kita bukan milik kita lagi, Tubuh ini adalah milik Tuhan, dan tidak boleh dirusak oleh dosa percabulan. Betapa kita mesti berhati hati menjaga tubuh ini, menjaga pikiran dan hati kita, sebab semuanya itu bukan milik kita. Janganlah bereksperimen dengan diri saudara. Apalagi sebuah eksperimen yang berdosa, karena saudara tidaklah berhak melakukan hal tersebut.
Banyak orang muda penasaran dengan seks, atau pasangan suami istri penasaran dengan selingkuh. Mereka melakukan eksperimen dengan teman mereka atau pergi ke tempat pelacuran. Problem seksual, percabulan , perselingkuhan bukan hanya top masa lalu, tetapi sampai masa kini, inilah dosa yang banyak diminati oleh manusia. Menjaga orang muda agar jangan jatuh dalam dosa seksual adalah sangat berat sekali. Menjaga agar suami istri tidak jatuh ke dalam perselingkuhan juga bukan perkara enteng. Menjaga agar suami tetap bersih dan tidak berhubungan dengan wanita lain, juga berat. Pencobaan seksual zaman ini sangat besar sekali. remaja pemuda mudah mendapatkan informasi melalui internet, melalui Blacberry, melalu HP, melalui teman. Percabulan, perselingkuhan mudah dilakukan karena komunikasi sangatlah mudah.
Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari semua itu? Manusia adalah apa yang dia pikirkan. Satu slogan yang acapkali dipegang oleh orang-orang zaman ini adalah “Asal Tidak Mengandung Berselingkuh Itu Indah.” Jika saudara menganggap selingkuh itu adalah selingan indah keluarga utuh, maka saudara akan mudah jatuh ke dalam perselingkuhan dan PERCABULAN. Jika saudara berpikir bahwa tubuhmu bukan milikmu sendiri lagi tetapi telah dibeli oleh Kristus, maka saudara akan menolak dengan tegas ketika pencobaan untuk melakukan dosa percabulan menyerang saudara.
Dosa seksual ini sangatlah merusak. Penyakit AIDS bukan hanya diakibatkan oleh Narkoba atau jarum suntik, tetapi juga oleh hubungan seksual. Saya pernah mendengarkan kisah nyata dimana seorang wanita merayu seorang pria dan akhirnya mereka berselingkuh. Setelah itu sang pria mendapatkan surat yang bunyinya seperti ini : ” selamat datang di dunia AIDS. “
Yah…siapa yang tahu kalau partner seksualnya sudah mengidap AIDS? Mungkin istrinya dia, dapat AIDS dari suaminya yang suka jajan atau suka selingkuh? Bagaimana dengan dunia remaja pemuda/I ? seorang dokter yang menjadi ketua AIDS mengatakan kepada saya bahwa banyak remaja pemuda kristen yang kena AIDS. Ini menyedihkan. Dampak dosa seksual ini menghancurkan masa depan, memperpendak umur, mengurangi kualitas hidup.
Namun ada dampak dosa seksual yang mengerikan yang diungkapkan oleh paulus. Dalam ayat 1 Kor 6:18 Paulus mengatakan “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
Inilah kerusakan dari dosa seksual itu, yakni kita berdosa bukan hanya kepada Tuhan, kita berdosa bukan hanya kepada pasangan kita, tetapi kita juga berdosa kepada diri sendiri. Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan, mengapa dosa seksual melawan diri sendiri atau merusak diri sendiri? apakah dosa dosa yang lain tidaklah melawan diri sendiri? misalnya orang yang rakus, pemabuk, bunuh diri juga merusak diri sendiri khan? Istilah yang dipakai dalam ayat 18 ini adalah tubuh atau diri kita seutuhnya. Jadi bukan hanya sekedar fisiknya saja, tetapi termasuk jiwa, pikiran. Pokoknya keseluruhan pribadi manusia. Penyimpangan seksual akan tersimpan dalam memori, dalam emosi seumur hidup kita karena penyimpangan seksual melibatkan bukan hanya anggota tubuh tetapi keseluruhan pribadi manusia.
Ketika seseorang melakukan dosa kerakusan, dengan makan secara berlebih dan rakus, dosanya ini masih bisa dihilangkan jejaknya. Maksudnya begini. ketika dia rakus, dia akan menjadi gemuk, namun ketika dia bertobat, dia bisa kurus lagi. Jadi masih bisa diperbaiki akibat dosanya. Dosa mencuri juga masih bisa diperbaiki akibatnya. Misalnya seseorang mencuri dan ketahuan. dia kemudian dihukum dan barangnya dikembalikan. Tetapi seseorang yang melakukan dosa seksual, tidak bisa menghilangkan jejaknya, bekasnya. Akibatnya tetap akan ada seumur hidupnya, karena hubungan seksual memiliki efek yang unik terhadap jiwa seseorang. Karena hubungan seksual adalah sebuah hubungan yang sangat pribadi antara dua orang dan mencakup fisik, emosi, jiwa, dan seluruh keberadaan manusia. Bisakah orang yang berselingkuh masih bisa hidup berdampingan dengan istrinya/suaminya tanpa terganggu lagi? seumur hidup dia akan terganggu. Oleh sebab itu jangan menyerahkan anggota tubuh Kristus ini, bait Allah ini untuk dirusak oleh dosa seksual.
Kalau saudara hari ini sudah jatuh ke dalam dosa seksual bertobatlah. Namun jika kita belum jatuh dalam dosa ini, biarlah kebenaran firman Tuhan ini selalu kita pegang. Sehingga ketika datang pencobaan seksual itu, saudara dapat memenangkan pencobaan tersebut.
Seorang ahli sejarah mengatakan “Pelajaran yang paling besar yang manusia terima dari sejarah adalah manusia tidak mau menerima pelajaran sejarah”. Berbahagialah mereka sebelum salah, sudah peka dan bisa belajar dari sejarah. Sejarah sudah mencatat mengenai orang orang kristen di korintus yang jatuh ke dalam perzinahan karena mereka memiliki konsep yang salah dalam hidup mereka bahwa mereka bebas dan segala sesuatu halal bagi mereka. Mereka lupa bahwa hidup mereka sudah dibeli oleh darah Kristus dan tubuh mereka bukan milik mereka lagi. Mereka lupa bahwa tubuh mereka adalah bait Allah. Janganlah kita sampai jatuh ke dalam dosa yang sama seperti mereka. Ingatlah prinsip ini bahwa dirimu bukan milikmu lagi tetapi adalah milik Tuhan. Tubuhmu bukan milikmu tetapi bait Roh Kudus. Muliakanlah Allah dengan tubuhmu. Jadilah anggota Kristus yang baik.
Pepatah Tionghoa mengatakan: Kalau kamu jadi ayam, maka jadilah ayam yang baik. Kalau jadi anjing , maka jadilah anjing yang baik. Kalau ikut anjing jadilah anjing yang baik. Maksudnya? Kamu nikah sama siapa, kamu jadi nyonya siapa. Suamimu ayam, kita nyo-yam. Nyonya ayam. Suamimu monyet, kita nyonyet, nyonya monyet. Suami kita kucing, maka kita Nyo-Cing. Jadilah nyonya monyet yang baik. Jadilah Nyonya ayam yang baik. Kita sudah dibeli oleh Kristus, jadilah Nyonya Krstus yang baik, atau dkl jadilah pengikut Kristus yang baik. Tinggalkan kehidupanmu yang berdosa, kembalilah kepada Allah. Hiduplah sesuai dengan statusmu sebagai orang orang yang telah dibeli dengan harga yang mahal. Permuliakanlah Allah dengan tubuhmu.

Ditulis dalam Kotbah | Bertanda: , | Tinggalkan sebuah Komentar »

BAHAYA HIPNOTIS

Posted by trisfant pada Juli 15, 2011

Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh

Sumber: www.kotbah.org

Trend baru zaman ini.
Pada zaman yang penuh dengan tekanan dan ketegangan ini, banyak orang mencari berbagai macam cara untuk mengatasi tekanan dan ketegangan mereka. Ketika muncul sebuah cara yang mengklaim sebagai cara aman, maka cara tersebut akan diserbu oleh masyarakat, termasuk orang-orang Kristen. Salah satu hal yang dianggap sebagai solusi masalah hidup adalah hipnotis. Hipnotis, saat ini menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup orang kota. Para ahli hipnotis sendiri mengklaim bahwa hipnotis dapat menolong mereka yang ingin kurus, yang ingin berhenti merokok, yang depresi, yang terikat oleh narkoba. Hipnotis juga dipakai untuk menghilangkan rasa takut, membangkitkan rasa percaya diri. Jangankan orang awam, beberapa dokter gigi juga memakai hipnotis agar supaya pasien tenang menjalani pengobatan gigi.
Hipnotis dianggap sebagai cara yang aman dan ilmiah dalam menolong masalah-masalah hidup manusia, karena hipnotis memakai teknik sugesti. Pasien akan disugesti dan dibawa dalam keadaan tidur hipnosa. Dalam kondisi ini, pasien akan diberikan sugesti-sugesti untuk mengatasi persoalan mereka. Misalnya mereka akan disugesti bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan, atau disugesti bahwa mereka tidak suka makan banyak. Setelah sugesti itu, pasien tidak akan menyukai rokok dan tidak suka makan banyak. Ini akan menolong pasien untuk berhenti merokok dan menjalani diet agar kurus. Hipnotis juga dapat dipelajari secara pribadi dengan melatih konsentrasi dan sugesti diri, untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengatasi rasa takut dan mengatasi persoalan-persoalan dosa yang mengikat manusia.
Banyak orang Kristen yang juga ikut-ikutan mempelajari hipnotis dan memberikan diri dihipnotis untuk mengatasi persoalan-persoalan mereka. Ada juga yang masih ragu-ragu, apakah boleh dihipnotis dan mempelajari hipnotis untuk mengatasi persoalan kita?

Bahaya Hipnotis
Walaupun ahli hipnotis membungkus hipnotis sebagai sesuatu yang ilmiah, namun hipnotis bertentangan dengan iman Kristen. Hipnotis bertentangan dengan iman Kristen karena tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani dalam mengatasi persoalan dan karena hipnotis mengandung bahaya-bahaya. Ada beberapa bahaya mempelajari hipnotis maupun dihipnotis.
1. Hipnotis dapat membuka pikiran untuk mempercayai apa saja, termasuk dusta. Seorang yang terhipnotis dapat disugestikan sebuah kebohongan dan dia akan memegang kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran. Sugesti yang diberikan bukanlah kebenaran atau fakta mengenai keadaan pasien. Pasien yang memang suka rokok disugesti bahwa dirinya tidak suka rokok. Pasien yang memang penakut disugesti bahwa dirinya berani. Akhirnya dalam pikiran pasien terdapat fantasi hasil sugesti dan setelah dihipnotis, pasien tidak bisa membedakan antara fantasi dengan kenyataan.
2. Hipnotis adalah usaha untuk menguasai diri melalui sugesti, baik itu oleh orang lain maupun oleh diri kita. Sebuah usaha yang berada di luar karya Roh Kudus. Padahal penguasaan diri adalah karya Roh Kudus di dalam diri orang percaya (Gal 5:22-23). Ketika kita mengikuti pimpinan Roh Kudus, Dia akan memberikan kita kuasa untuk mengontrol diri kita. Dosa diatasi dengan menyerahkan diri kepada Allah dan bukan dengan menyerahkan diri kepada ahli hipnotis atau menyerahkan diri kepada diri sendiri. (Yak 4:6,7; 1 Kor 6:9-12;Roma 6:12-12). Sebagai orang percaya , fokus kita adalah kepada Kristus, dan bukan kepada diri kita sendiri atau kepada hal-hal lain (Ibr 12:2). Jawaban persoalan kita bukan di dalam diri kita, melainkan di dalam Kristus (Matius 11:28)

3. Hipnotis membuka “ pintu hati” atau “pintu pikiran“ kita kepada serangan kuasa kegelapan. Dalam hipnotis, bukan hanya ahli hipnotis yang akan mengubah sikap dan tingkah laku kita, tetapi iblis pun mau juga merubah diri kita sesuai dengan keinginannya. Dengan memberikan diri dihipnotis, maka kita berada dalam keadaan emosi yang tidak stabil, tidak aman dan akan memberikan kesempatan kepada Iblis untuk menguasai diri kita. Hipnotis memberikan kemungkinan kepada kerasukan setan.

4. Hipnotis bukanlah sains, tetapi merupakan bagian integral dari okultisme selama ribuan tahun. Banyak teknik yang digunakan dalam hipnotis mirip dengan sistem mistik dan okultisme. Profesor Psikiater, Thomas Szasz mengatakan bahwa hipnotis adalah “ilmu pengetahuan gadungan” . Yoga, Zen dan metode penyembuhan timur di dalam banyak aspek memiliki kesamaan mendasar dengan hipnotis. Dan hal yang perlu diketahui mengenai Yoga adalah, tujuan utamanya adalah kesatuan dengan Allah. Kesatuan ini dicapai bukan melalui Kristus melainkan melalui meditasi.

5. Hipnotis adalah pelanggaran terhadap hak Allah. Tidak seorang pun yang memiliki hak untuk menguasai pikiran dan kehendak seseorang. Hanya Allah dan orang itu sendiri yang memiliki hak untuk menguasai piikiran dan kehendaknya. Praktek hipnotis merupakan pelanggaran etika Kristen.

Akhir dari tulisan ini adalah pertimbangkanlah nasehat Petrus:”Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1Pe 5:8).

KEPUSTAKAAN

Brown, David L. The Dangers of Hypnosis, mengutip dari Many Lives, Many Loves by Gina Cerminara;WmMorrow and Company, 1963.
Kroger, William and Fezler, William. Hypnosis and Behavior Modification:Imagery Conditioning. Philadelphia: J. B. Lippincott Co., 1976.

Martin and Bobgan Deidre, Hypnosis: Medical, Scientific, or Occultic? California:EastGate Publishers

Szasz, Thomas. The Myth of Psychotherapy. Garden City: Anchor Press/Doubleday, 1978.

W. Provonsha, Jack Mind Manipulation: A Christian Ethical Analysis. Online Ethics Library: www.ilu.edu/ilu/bioethics

PENULIS
Yohannis Trisfant, MTh.
Saat ini melayani di GKIm Amanat Kristus, BANDUNG

Ditulis dalam Kotbah | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

BERBUAT BAIK (AMSAL 11:17)

Posted by trisfant pada Februari 2, 2011

Kotbah dari Pdt. Yohannis Trisfant, MTh.

Mengapa harus berbuat baik? karena pada saat saudara berbuat baik, maka saudara berbuat baik kepada diri mu sendiri. Amsal 11:17. Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri. bill hybels mengatakan bahwa ini bukan hanya sebagai motivasi berbuat baik melainkan sebuah keuntungan yang tak terelakkan. Suatu hari saya Sedang olahraga jalan kaki dan ada seorang pengemis yang sedang jalan. Pengemis itu tidak meminta kepada saya. Tetapi hati saya tergerak untuk memberikan uang. Kemudian saya berikan kepadanya. Setelah saya memberi, hati saya diliputi perasaan bahagia. perasaan senang karena sudah melakukan kebaikan selalu saya rasakan setiap kali melakukan kebaikan. jadi rupanya melakukan kebaikan itu berdampak kepada diri kita. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Oleh Amsal 11:17 bahwa orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri. Berbuat baik itu adalah suatu keuntungan yang tak terelakkan. Dengan kata lain, saat kita berbuat baik kita merasa baik. Hal ini bukan berarti kita merasa Hebat, puas diri atau membenarkan diri. Namun hal ini berarti kita mengalami kelembutan dan ketenangan dan merendahkan diri dalam kesadaran bahwa kita menjadi penyalur kasih Allah. Mengapa kita merasa sejahtera ketika melakukan kebaikan? Karena kita diciptakan segambar dan serupa Allah yang memiliki sifat yang baik. pada saat kita melakukan kebaikan maka kita sedang berfungsi seperti keinginan Allah. Apakah tujuan Tuhan menciptakan kita didalam Kristus? . tujuan nya yaitu melakukan pekerjaan baik. Karena kita ini buatan Allah, kata Paulus dalam efesus 2:10. diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ayat ini sangat jelas bahwa kita diciptakan untuk berbuat baik. Saat kita melakukan nya maka kita memenuhi tujuan hidup. Pada Waktu kita melakukan kebaikan maka hal itu bukan hanya menjadi berkat bagi orang lain melainkan juga bagi kita. Bagaimana cara nya saya berbuat baik. Pertama:berikanlah kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya. Ini terdapat dalam Amsal 3:27 yang berkat:”janganlah menahan Kebaikan dari pada orang yang berhak menerimanya. ” secara implisit ayat ini mengatakan bahwa ada orang yang berhak menerima kebaikan kita dan ada yang tidak berhak menerimanya. Ada orang orang yang tidak berhak menerima kebaikan yakni mereka yang tidak mau bekerja Padahal mereka mampu untuk bekerja. Paulus mengatakan jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:6-15 ). jangan membantu orang yang hendak memanfaatkan Kebaikan kita. kita membutuhkan kepekaan dalam hal ini. Kedua, berbuat baiklah kepada orang yang tidak bisa membalasnya. Berbuat baik kepada semua orang memang boleh boleh saja. Namun kita mesti prioritas untuk bebruat baik kepada mereka yang tidak dapat membalas kebaikan kita. Banyak Perbuatan baik yang dilakukan manusia saat iini semata mata untuk menerima balasan. kita sedang berada dalam program tukar menukar kebaikan. Program tukar menukar kebaikan ini bukanlah kebaikan yang sebenarnya. Misalnya, seseroang mengadakan pesta dengan mengundang orang orang hebat, denga motivasi, nanti dia akan mendapatkan kado yang istimewa. Biasanya pesta yang saling menguntungkan ini terjadi terus menerus. memang tidak ada salahnya saling mengundang dalam pesta, tetapi hal ini sedikit hubungannya dengan kebaikan sejati. Tuhan Yesus berkata kepada orang yang mengundang Dia seperti ini:” : “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. (13) Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. (14) Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Luk 14:12-14). Kita seringkali mengadakan pesta bersama sama dengan teman teman, tetapi alangkah indahnya kalau pesta itu diubah menjadi sebuah pesta kebaikan yang sejati dengan mengundang orang-orang yang tidak bisa membalas mengundang diri kita karena mereka berada dalam kekurangan. Misalnya, pada waktu Ulang Tahun, kita merayakannya bersama sama dengan anak anak panti asuhan atau membagi bagi nasi bungkus kepada pengemis. Kapan saya berbuat baik? Pada waktu ada kesempatan untuk berbuat baik, segeralah lakukan perbuatan baik itu. Jangan menundanya, jangan menahannya. Perhatikanlah sekali lagi Amsal 3 :27 :” janganlah menahan kebaikan dari pada orang -orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. alkitab mengatakan: jangan menahan kebaikan. kita tidak boleh enggan, menunda, merasa malas, mengambil jalan lain ketika ada kesempatan untuk melakukan perbuatan baik di jalan kita. jika kebaikan itu memang harus kita lakukan dan orang itu berhak menerimanya, maka janganlah menundanya. Setiap kali saudara gagal melakukan perbuatan baik yang mampu saudara lakukan maka saudara gagal menangkap sebuah bola yang penting. Dan bola itu tidak akan dilemparkan lagi Sampai batas mana saya berbuat baik. ? Sampai batas kemampuan saudara. Ada saat nya kita tidak mampu melakukan perbuatan baik tertentu, misalnya kurang waktu, kurang keterampilan, kurang dana atau tenaga. Kita tidak perlu menghukum diri sendiri kalau tidak mampu menjadi jawaban dunia ini. Ada sebuah perumpamaan yang menjelaskan akan hal ini yakni kebaikan seorang Samaria. Orang samaria ini menolong orang yang dirampok. dia membersihkan dan membalut luka orang tersebut.,menaikkan orang itu ke atas keledainya.,membawanya ke tempat penginapan, membayar pemilik penginapan tersebut dan berjanji akan kembali dan membayar kekurangan biaya yang diperlukan sampai orang itu sembuh. Kita melihat bahwa meskipun ia Membawa orang yang terluka ini ke penginapan, ia tidaklah membatalkan perjalanannya untuk merawat orang tersebut. Ia tetap melakukan tugasnya yang lain. Ia mempercayakan orang terluka itu kepada penginapan. Ia memfasilitasi orang terluka tersebut. Ia tidak lah seorang diri mengurus orang terluka itu. Beginilah caranya memberikan pertolongan kepada orang lain. Kita melakukan sebatas kemampuan kita.

Kotbah-kotbah dalam Blog ini diambil dari kotbah Yohannis Trisfant, MTh.

CHRISTIAN TOP

FINANCE

Market Neutral

FOREX FACTORY

KESEHATAN ANDA

777 BIBLE

CHRISTIAN WALLPAPER

WALLPAPERS FREE

REVIEWS HEALTH

KOTBAH

MONEY INFO 

Kristen

 

Ditulis dalam Kotbah | Bertanda: | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 215 pengikut lainnya.