<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KOTBAH.ORG</title>
	<atom:link href="http://kotbah.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kotbah.org</link>
	<description>KUMPULAN KOTBAH YOHANNIS TRISFANT, MTh</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 15:11:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kotbah.org' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KOTBAH.ORG</title>
		<link>http://kotbah.org</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kotbah.org/osd.xml" title="KOTBAH.ORG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kotbah.org/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berbahagialah orang yang murah hatinya (Matius 5:7)</title>
		<link>http://kotbah.org/2012/05/12/berbahagialah-orang-yang-murah-hatinya-matius-57-2/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2012/05/12/berbahagialah-orang-yang-murah-hatinya-matius-57-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 13:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah]]></category>
		<category><![CDATA[Berbahagialah orang yang murah hatinya (Matius 5:7)]]></category>
		<category><![CDATA[henry nouwen]]></category>
		<category><![CDATA[philip yancey]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Henry Nouwen adalah seorang Pendeta yang pernah mengajar di Universitas Harvard dan pada puncak kariernya dia meninggalkan Harvard dan merawat seorang pria cacat. Pemuda yang dirawatnya bernama Adam berusia 25 tahun. Pemuda ini tidak bisa berbicara , tidak bisa berpakaian atau membuka pakaiannya sendiri. Dia tidak bisa berjalan, tidak bisa makan tanpa dibantu oleh orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=395&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Henry Nouwen adalah seorang Pendeta yang pernah mengajar di Universitas Harvard dan pada puncak kariernya dia meninggalkan Harvard dan merawat seorang pria cacat. Pemuda yang dirawatnya bernama Adam berusia 25 tahun. Pemuda ini tidak bisa berbicara , tidak bisa berpakaian atau membuka pakaiannya sendiri. Dia tidak bisa berjalan, tidak bisa makan tanpa dibantu oleh orang lain. Ia tidak menangis atau tertawa. Hanya kadang kadang saja ia melakukan kontak mata. Ia menderita epilepsy yang parah dan sering kejang. Walaupun memakai banyak obat hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa mengalami kekejangan hebat. Kadang kadang ia mendadak kaku dan mengeluarkan raungan melolong. Sesekali air mata pemuda itu mengalir di pipinya. Nouwen mengatakan bahwa dia perlu waktu satu setengah jam untuk membangunkan Adam, memberikan obatnya, membawanya ke kamar mandi, membersihkan badannya, mencukurnya, menyikat giginya, memakaikan pakaian, mengantarnya ke dapur, memberinya sarapan, meletakkan dia di kursi roda dan membawanya ke tempat dimana ia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan latihan terapeutik.<br />
Kita mungkin bertanya, untuk apa Henry Nouwen yang demikian pandai menghabiskan waktunya yang demikian berharga untuk mengurus Adam yang cacat. Lebih baik Henry Nouwen membayar seorang suster untuk merawat Adam. Philip Yancey menanyakan pertanyaan ini kepada Henry Nouwen. Apa jawaban Henry Nouwen? Dia mengatakan: bukan adam yang mendapatkan keuntungan dari pelayanan saya, justru sayalah yang mendapatkan keutungan itu. Pelayanannya untuk Adam memberikan kepadanya kedamaian hati yang sangat penuh. Sebelumnya dia begitu berambisi dalam bidang akademis, namun kini dia belajar sebuah pelajaran yang sangat berarti. Pelajaran yang dia peroleh adalah : “apa yang membuat kita menjadi manusia, bukanlah otak kita, tapi hati kita” Apa yang membuat kita menjadi manusia bukanlah kemampuan kita berpikir melainkan kemampuan kita mengasihi. Orang yang murah hatinya benar benar berbahagia. Ini telah dialami oleh Henry Nouwen.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=395&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2012/05/12/berbahagialah-orang-yang-murah-hatinya-matius-57-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUBUHMU ADALAH BAIT ROH KUDUS (1 Kor 3:16-17; 6: 19-20)</title>
		<link>http://kotbah.org/2012/05/12/tubuhmu-adalah-bait-roh-kudus-1-kor-316-17-6-19-20/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2012/05/12/tubuhmu-adalah-bait-roh-kudus-1-kor-316-17-6-19-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 13:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah]]></category>
		<category><![CDATA[roh kudus]]></category>
		<category><![CDATA[TUBUHMU ADALAH BAIT ROH KUDUS (1 Kor 3:16-17; 6: 19-20)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Dalam filsafat Yunani kuno, tubuh manusia dinilai rendah. Ada ungkapan yang mengatakan: &#8220;Tubuh manusia adalah penjara jiwa. Karena jiwa itu baik, sedangkan tubuh jahat, maka kita harus berusaha melepaskan jiwa dari tubuh.&#8221; Epictitus berkata: &#8220;Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting.&#8221; Pandangan seperti ini akan mempengaruhi sikap kita terhadap tubuh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=392&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam filsafat Yunani kuno, tubuh manusia dinilai rendah. Ada ungkapan yang mengatakan: &#8220;Tubuh manusia adalah penjara jiwa. Karena jiwa itu baik, sedangkan tubuh jahat, maka kita harus berusaha melepaskan jiwa dari tubuh.&#8221; Epictitus berkata: &#8220;Hal yang terpenting adalah jiwa manusia; tubuh hanya materi yang tidak penting.&#8221; Pandangan seperti ini akan mempengaruhi sikap kita terhadap tubuh.</p>
<p>Tubuh tidaklah jahat. Paulus mengatakan : tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus? Apakah maksudnya tubuh kita adalah bait Roh Kudus ?<br />
Pertama, tubuh kita didiami oleh Allah.</p>
<p>1 Kor 3;16 , mengatakan Roh Allah diam di dalam kamu. Ini luar biasa. Dalam Perjanjian Lama, Bait Allah merupakan tempat dimana Allah yang MahaTinggi berjanji untuk menemui umatNya Israel. Mereka boleh datang ke bait Allah dan Allah Maha Tinggi akan menjumpai mereka. Allah yang Mahatinggi tidaklah berdiam di dalam keempat tembok bangunan bait Allah. Tetapi hanya di tempat khusus dalam ruangan Mahakudus , disitulah Allah berdiam. Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya, maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon. Firman TUHAN kepadanya: &#8220;Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa (1 Raja 9:1-3). Allah berdiam di dalam bait Allah yang dibangun oleh Salomo. Bait Allah yang dibangun oleh Salomo sudah dihancurkan dan dibangun kembali oleh Herodes.<br />
Di dalam Perjanjian Baru, tidak lagi dikatakan bahwa Allah berdiam di dalam bait Allah. Bait Allah sekarang hanya tinggal bangunan saja. Di dalamnya sudah tidak ada upacara korban. Bait Allah di Yerusalem sekarang hanya menjadi obyek wisata. Lalu Allah berdiam dimana? Paulus mengatakan, Roh Allah diam di dalam kamu. Allah yang Mahatinggi berdiam di dalam diri kita. Kita adalah baitNya yang kudus.<br />
Allah tidaklah berdiam dalam awan yang tidak terhampiri. Allah tidak lagi tinggal dalam ruangan sebuah bait Allah, namun Allah tinggal dalam diri saudara. ini luar biasa. Saya tidak pernah mendengar bahwa ada kepercayaan ataua agama mengatakan bahwa Allah tinggal di dalam diri mereka. Namun inilah yang terjadi atas diri kita. Betapa besarnya kuasa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Betapa besarnya anugerah yang Allah berikan. Tetapi juga betapa besarnya tanggungjawab kita untuk menjaga bait Allah ini, menjaga kesehatannya, menjaga agar tubuhnya dikuasai oleh Roh Allah, menjaga agar tidak dipakai untuk berbuat dosa.<br />
Kita bertanggungjawab menjaga secara fisik dan secara spiritual atas bait Alah ini. Karena tubuh kita adalah bait Allah, maka kita bertanggunggjawab menjaga kesehatannya. Jangan dirusak oleh pola hidup yang tidak bertanggungjawab. Orang kristen yang tidak menjaga kesehatan tubuhnya, berdosa kepada Tuhan. Dosa itu bukan hanya pelanggaran terhadap hukum Allah. Dosa juga adalah ketika kita tahu yang baik dan tidak melakukannya, maka kita berdosa. Pada waktu saudara tahu bahwa tubuhmu adalah bait Allah namun tidak menjaga kesehatannya, maka saudara berdosa. Saya ada sakit maag, dan saya tahu bahwa saya tidak boleh makan yang pedes-pedes. Namun saya suka sekali makan yang pedes. Saya sulit sekali untuk berhenti. Namun ketika mengingat bahwa tubuh saya adalah bait Allah dan kalau saya tahu bahwa tidak boleh makan cabe namun saya tetap makan, maka saya berdosa kepada Tuhan. Pemahaman itu yang membuat saya berhenti makan sambel. Sama halnya dengan rokok. itu memang membuat enak, kecanduan, namun kalau kita ingat kebenaran ini bahwa tubuh adalah bait Allah dan kita berdosa kalau merusak bait Allah ini.<br />
Banyak orang kristen yang membenarkan dirinya dan berkata, merokok itu tidak dosa karena Alkitab tidaklah melarang. Alkitab memang tidak menyebut tentang rokok, namun prinsipnya ada. Ada banyak prinsip Alkitab yang melarang kita merokok. Merokok itu membuat kecanduan.<br />
Saudara pernah mendengar istilah &#8220;cold turkey&#8221;? lstilah tersebut digunakan bagi perokok yang berhenti merokok secara total dan langsung (tidak bertahap). Mungkin cara ini terdengar menarik, perokok hanya membuang seluruh rokok dan mendeklarasikan bahwa dirinya sudah berhenti merokok. Mudah bukan? Jangan salah, teknik &#8220;cold turkey&#8221;belum tentu berhasil untuk semua orang, karena hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Di antara mereka yang berusaha berhenti merokok tanpa bantuan terapi atau pengobatan, sebanyak 95% akhirnya kambuh lagi untuk merokok.<br />
Ingat, merokok adalah suatu adiksi (kecanduan). Otak seorang perokok membutuhkan nikotin lebih dan lebih lagi agar dapat berkonsentrasi dengan baik. Ketika tidak ada asupan nikotin dari rokok (karena perokok berhenti mendadak), gejala putus nikotin bisa terjadi, dan dibutuhkan kesabaran dan motivasi yang sangat kuat untuk melawannya.<br />
Rokok itu menguasai seseroang. rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas. Mereka yang merokok berarti dikuasai oleh rokok, dikuasai oleh keinginan daging. Hidup kristen adalah hidup yang dikuasai oleh Roh Kudus, sebuah hidup yang tidak dikontrol oleh materi, tetapi dikontrol oleh Roh Kudus. Kita berdosa ketika memberikan diri kita dikuasai oleh rokok dan bukan oleh Tuhan.<br />
Dosa merokok bukan hanya kecanduan, tetapi juga merusak bahkan membunuh bait Allah. Setiap batang rokok yang dinyalakan akan mengeluarkan lebih 4 000 bahan kimia beracun yang membahayakan dan membawa maut. Dengan ini setiap sedutan itu menyerupai satu sedotan maut. Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di &#8220;kamar gas maut&#8221; dan banyak lagi. Bagaimanapun, racun paling penting adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida.<br />
TAR : Zat berbahaya ini ( berupa kotoran pekat ) dpt menyumbat dan mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan, shg menyebabkan penyakit bronchitis kronis,dan dalam bebearapa kasus menyebabkan kanker paru-paru. Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih.<br />
NIKOTIN : Adalah suatu zat yg membuat kecanduan dan dpt mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.<br />
KARBON MONOKSIDA : Zat ini dpt meresap dlm aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.Selain itu, karbonmonoksida memudahkan penumpukan zat2 penyumbat pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal.<br />
Masih banyak lagi zat-zat lain yang berbahaya dalam rokok yang bisa merusak tubuh dan mempercepat kematian.<br />
Perokok pasti tahu bahwa merokok itu membahayakan kesehatan. Para perokok pasti tahu bahwa ketika mereka berhenti merokok maka tubuh mereka akan terhindar dari banyak penyakit yang diaibatkan oleh rokok. Ketika kita tahu semua ini dan tidak melakukan yang baik tersebut, berhenti merokok maka kita berdosa kepada Allah. Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.<br />
Apakah orang yang merokok kalau mati masuk neraka? 1 Korintus 3:17 mengatakan, Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. Ayat ini tidaklah bermaksud mengatakan bahwa seorang perokok yang membunuh tubuhnya dengan asap rokok akan masuk neraka. Ayat ini berbicara mengenai perpecahan. Jika ada orang yang memecah belah gereja dan membinasakan jemaat sebagai bait Allah, maka Allah akan membinasakan orang tersebut. Masuk surga dan masuk neraka tergantung dari iman saudara kepada Kristus. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Rom 10:9).</p>
<p>Seorang perokok yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus akan tetap masuk surga. Namun seperti apa? Perhatikanlah 1 Kor 3:11-15<br />
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. (1 Kor 3:11-15)<br />
Kita sudah diberikan iman keselamatan dan itulah yang menjadi dasar. Kita sekarang sedang membangun di atas iman itu sebuah kehidupan. Pertanyaannya adalah, kehidupan seerti apakah yang kita bangun diatas dasar iman tadi? apakah kehidupan yang dikuasi oleh Roh Kudus ? ataukah kehidupan yang dikuasi oleh si aku? Kalau hidup kita dikuasi oleh si aku selama kita hidup, itu artinya kita ini manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Dan kalau kita terus berada dalam kondisi seperti ini, maka jangan kaget kalau suatu waktu kita sama seperti yang digambarkn oleh Paulus, yakni kita seperti puntung yang ditarik dari api. Diselamatkan, namun kondisinya sangat buruk, karena tidak hidup secara rohani selama di dunia ini.<br />
Kedua, tubuh kita bukan milik kita.</p>
<p>Ketika firman Tuhan mengatakan, tubuhmu adalah bait Roh Kudus, maka itu artinya, tubuh kita ini adalah milik Allah. Tubuh kita menjadi milik Allah karena sudah dibeli oleh Kristus. Inilah prinsip hidup yang saudara harus pegang dalam menjalani hidupmu sehari hari. Status saudara bukan lagi seperti dulu, yang bebas untuk berbuat dosa. Status saudara sekarang adalah sudah dibeli oleh Kristus. Dirimu bukan milikmu sendiri lagi tetapi milik Kristus. Status saudara bukan lagi sebagai orang yang tidak punya tuan. Saudara telah dimiliki oleh Kristus.<br />
Paulus mengatakan ini dalam 1 Kor 6: 19,20, bahwa kamu bukan milik kamu sendiri, kamu telah dibeli. Apa maksudnya kamu telah dibeli? Artinya sederhana dan ini dikatakan sendiri oleh Paulus. Artinya adalah diri kita bukan milik kita lagi. Kita sudah menjadi milik Tuhan. Istilah ini menunjuk kepada kematian Kristus di atas kayu salib dimana Dia telah membayar harga untuk penebusan kita. Yesus membayar untuk pembebasan atas dosa dosa kita, sehingga kita boleh menjadi miliknya.<br />
Istilah membeli adalah istilah yang biasa dipakai di pasar. Di pasar orang membeli ayam, membeli sayur, membeli ikan. Kalau zaman itu, bukan hanya ayam, sayur, ikan yang di perjual belikan, tetapi &#8220;orang&#8221; juga di perjual belikan. Para budak juga di pajang sebagai barang dagangan di pasar. Budak yang dijual di pasar, ketika di beli, berarti dilepaskan dari seorang tuan dan pindah ke tangan pembeli. Budak itu tidak lagi diperbudak oleh si penjual, tetapi sekarang dia dimiliki oleh tuannya yang baru yang sudah membelinya. Seperti inilah maksud Paulus mengatakan bahwa kamu telah dibeli, artinya adalah bahwa orang kristen yang sudah ditebus atau dibeli oleh Kristus, tidak lagi menjadi budak dosa, tetapi sekarang telah menjadi HAMBA YANG MELAYANI KRISTUS. Sekarang Kristus memiliki mereka dan tuan atas diri mereka. Mereka tetap tidak menjadi tuan atas diri sendiri walaupun sudah bebas dari perbudakan dosa. Jadi sebelum ditebus oleh Kristus, manusia itu budak dosa, namun setelah ditebus oleh Kristus, manusia menjadi hamba kebenaran atau hamba Kristus Yesus. Manusia tidak benar benar bebas.<br />
Manusia itu tidak ada yang benar benar bebas. Misalnya saudara merasa bebas untuk merokok. Tetapi kebebasan saudara itu tidak boleh melanggar kebebasan orang lain yang tidak suka dengan asap rokok. Jadi orang yang merasa bebas merokok sebenarnya tidak bebas merokok, sebab kebebasannya dibatasi oleh orang lain yang juga ingin bebas dari asap rokok.<br />
Dalam kekristenan. Menjadi orang Kristen juga sebenanya tidak bebas. Tidak bebas merokok, Tidak bebas cari pelacur, tidak bebas berbohong, tidak bebas menipu tidak bebas mencuri, tidak bebas balas dendam, tidak bebas membunuh. Orang yang belum menjadi Kristen, juga tidak bebas. Mereka memang bebas untuk berbuat dosa, tetapi sebenarnya tidak bebas juga, sebab mereka terikat dengan dosa. Mereka mesti cari pekacur. Enggak bebas. Keinginannya tidak bisa terbendung. Kalau enggak bohong rasanya gatal. Kalau tidak balas dendam, rasanya tidak enak. Kalau tidak merokok rasanya gelisah. Jadi mereka yang belum bertobat juga tidak bebas. Mereka bebas berbuat dosa tetapi terikat oleh dosa, karena mereka harus melakukan dosa dosa itu.<br />
Orang yang belum Kristen menyebut orang Kristen diikat oleh gereja. Pagi pagi mesti bangun ke gereja. Orang Kristen melihat non Kristen juga tidak bebas. Lalu siapa yang bebas? Tidak ada yang bebas. Sebelum menjadi Kristen kita menyerahkan anggota tubuh kita menjadi hamba dosa. Setelah Kristen, kita menyerahkan anggota tubuh menjadi hamba kebenaran.<br />
Lalu bedanya dimana? Bedanya adalah ada kerelaan dan kesukaaan berbuat kebenaran. Lalu mereka yang pergi ke tempat pelacuran apakah tidak ada kerelaan? Disitu juga ada kerelaan. Masa ke pelacur dipaksa. Ke pelacur juga rela. Sudah bosan dengan istrinya dia cari yang lain. Lalu apa perbedaannya? Perbedaannya adalah pada diri orang Kristen, ada persetujuan hati nurani.<br />
Kamu benarﾅﾅsudah melakukan hal yang benarﾅﾅkamu sudah setia kepada istrimu.<br />
Sedangkan di dalam diri orang yang belum percaya kepada Kristus, hati nuraninya berkata kamu salah, kamu berbuat dosaﾅ..kamu sudah selingkuhﾅ..kamu sudah mencuriﾅ..<br />
Kita melihat, baik itu orang Kristen maupun non Kristen, sama sama menjadi budak. Tetapi yang satu adalah budak dosa, sedangkan yang lain adalah hamba Kristus Yesus atau budak kebenaran.<br />
Diri kita bukan milik kita sendiri lagi, melainkan milik Kristus. Tubuh kita adalah bait Allah. Inilah yang harus menjadi motto hidup kita, bahwa diri kita sudah dibeli dan hidup kita bukan milik kita lagi. Prinsip hidup bahwa diri kita bukan milik kita lagi, tetapi merupakan tempat kediamannya Allah, seharusnya membuat kita untuk sungguh-sungguh hidup dalam kekudusan.<br />
Ralph Waldo Emerson mengatakan : &#8221; A man is what he thinks about all day long&#8221;. Manusia adalah apa yang dia pikirkan sepanjang hari.<br />
Orang kristen di Korintus memikirkan bahwa segala sesuatu halal bagi mereka. Prinsip hidup ini dijadikan alasan oleh mereka untuk melakukan dosa seksual. Dan itulah keberadaan mereka, hidup dalam perzinahan. Mereka hidup sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Namun Paulus mengatakan: memang segala sesuatu halal, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Orang orang kristen di Korintus dalam 1 Kor 6:13 berpikiran bahwa karena makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan, maka tubuh juga untuk percabulan. Mereka menganggap bahwa perut dan makanan saling bergantung satu sama lain, oleh sebab itu tubuh dan seks juga saling bergantung satu sama lain. Mereka juga berpikiran bahwa seks dan makanan akan dibinasakan oleh Allah karena seks dan makanan hanya terbatas di bumi ini saja. Pikiran atau konsep yang seperti itulah yang membuat mereka melakukan percabulan sama seperti makan nasi.<br />
Namun Paulus meluruskan konsep mereka dengan mengatakan bahwa tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh. Tubuhmu adalah anggota Kristus. Tubuhmu adalah bait Allah. Masakan anggota Kristus atau bait Allah diambil dan dipakai untuk percabulan. Kita melihat bahwa konsep hidup yang salah mengakibatkan tindakan yang salah. Konsep yang benar akan mengakibatkan tindakan yang benar.<br />
A man is what he thinks. Manusia itu adalah apa yang dia pikirkan. Ketika kita sadar bahwa diri kita bukan milik kita lagi tetapi sudah dibeli oleh Kristus, maka kita tidak akan menyerahkan anggota tubuh Kristus ini kepada percabulan, kepada dosa. Kita tidak akan menyerahkan tangan, mata, semua anggota tubuh kita untuk melakukan percabulan. tubuh kita bukan haknya kita, tetapi haknya Tuhan.Tubuh kita adalah baitnya Tuhan. Kita sudah dbeli dengan harga yang mahal dan tidak punya hak untuk dengan bebas melakukan dosa dosa tersebut.<br />
Kita mesti lebih menjaga apa yang bukan milik kita. Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa:<br />
&#8220;Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami. Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami.&#8221; Jawab Elisa: &#8220;Pergilah!&#8221; Lalu berkatalah seorang: &#8220;Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini.&#8221; Jawabnya: &#8220;Baik aku akan ikut.&#8221; Maka ikutlah ia dengan mereka. Setelah mereka sampai di sungai Yordan, merekapun menebang pohon-pohon. Dan terjadilah, ketika seorang sedang menumbangkan sebatang pohon, jatuhlah mata kapaknya ke dalam air. Lalu berteriak-teriaklah ia: &#8220;Wahai tuanku! Itu barang pinjaman!&#8221; (2Ki 6:1-5).<br />
Mengapa nabi ini sangat panik ketika mata kapaknya jatuh ke dalam air? dia sangat panik karena kapak itu adalah kapak pinjaman. Kalau kapak sendiri yang jatuh pasti kita juga jengkel dan panik. Namun akan lebih panik lagi kalau kapak yang jatuh itu adalah kapak pinjaman. Kalau motor/mobil kita hilang pasti panik, namun akan lebih panik lagi kalau itu adalah motor/mobil pinjaman. Inilah sikap orang jujur dan baik. Kalau orang jahat, maka ketika barang pinjamannya hilang, dia tidak akan peduli. Orang yang baik tidak akan merusak apa yang bukan miliknya.<br />
Tubuh kita bukan milik kita lagi, Tubuh ini adalah milik Tuhan, dan tidak boleh dirusak oleh dosa percabulan. Betapa kita mesti berhati hati menjaga tubuh ini, menjaga pikiran dan hati kita, sebab semuanya itu bukan milik kita. Janganlah bereksperimen dengan diri saudara. Apalagi sebuah eksperimen yang berdosa, karena saudara tidaklah berhak melakukan hal tersebut.<br />
Banyak orang muda penasaran dengan seks, atau pasangan suami istri penasaran dengan selingkuh. Mereka melakukan eksperimen dengan teman mereka atau pergi ke tempat pelacuran. Problem seksual, percabulan , perselingkuhan bukan hanya top masa lalu, tetapi sampai masa kini, inilah dosa yang banyak diminati oleh manusia. Menjaga orang muda agar jangan jatuh dalam dosa seksual adalah sangat berat sekali. Menjaga agar suami istri tidak jatuh ke dalam perselingkuhan juga bukan perkara enteng. Menjaga agar suami tetap bersih dan tidak berhubungan dengan wanita lain, juga berat. Pencobaan seksual zaman ini sangat besar sekali. remaja pemuda mudah mendapatkan informasi melalui internet, melalui Blacberry, melalu HP, melalui teman. Percabulan, perselingkuhan mudah dilakukan karena komunikasi sangatlah mudah.<br />
Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari semua itu? Manusia adalah apa yang dia pikirkan. Satu slogan yang acapkali dipegang oleh orang-orang zaman ini adalah &#8220;Asal Tidak Mengandung Berselingkuh Itu Indah.&#8221; Jika saudara menganggap selingkuh itu adalah selingan indah keluarga utuh, maka saudara akan mudah jatuh ke dalam perselingkuhan dan PERCABULAN. Jika saudara berpikir bahwa tubuhmu bukan milikmu sendiri lagi tetapi telah dibeli oleh Kristus, maka saudara akan menolak dengan tegas ketika pencobaan untuk melakukan dosa percabulan menyerang saudara.<br />
Dosa seksual ini sangatlah merusak. Penyakit AIDS bukan hanya diakibatkan oleh Narkoba atau jarum suntik, tetapi juga oleh hubungan seksual. Saya pernah mendengarkan kisah nyata dimana seorang wanita merayu seorang pria dan akhirnya mereka berselingkuh. Setelah itu sang pria mendapatkan surat yang bunyinya seperti ini : &#8221; selamat datang di dunia AIDS. &#8220;<br />
Yah&#8230;siapa yang tahu kalau partner seksualnya sudah mengidap AIDS? Mungkin istrinya dia, dapat AIDS dari suaminya yang suka jajan atau suka selingkuh? Bagaimana dengan dunia remaja pemuda/I ? seorang dokter yang menjadi ketua AIDS mengatakan kepada saya bahwa banyak remaja pemuda kristen yang kena AIDS. Ini menyedihkan. Dampak dosa seksual ini menghancurkan masa depan, memperpendak umur, mengurangi kualitas hidup.<br />
Namun ada dampak dosa seksual yang mengerikan yang diungkapkan oleh paulus. Dalam ayat 1 Kor 6:18 Paulus mengatakan &#8220;Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.<br />
Inilah kerusakan dari dosa seksual itu, yakni kita berdosa bukan hanya kepada Tuhan, kita berdosa bukan hanya kepada pasangan kita, tetapi kita juga berdosa kepada diri sendiri. Hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan, mengapa dosa seksual melawan diri sendiri atau merusak diri sendiri? apakah dosa dosa yang lain tidaklah melawan diri sendiri? misalnya orang yang rakus, pemabuk, bunuh diri juga merusak diri sendiri khan? Istilah yang dipakai dalam ayat 18 ini adalah tubuh atau diri kita seutuhnya. Jadi bukan hanya sekedar fisiknya saja, tetapi termasuk jiwa, pikiran. Pokoknya keseluruhan pribadi manusia. Penyimpangan seksual akan tersimpan dalam memori, dalam emosi seumur hidup kita karena penyimpangan seksual melibatkan bukan hanya anggota tubuh tetapi keseluruhan pribadi manusia.<br />
Ketika seseorang melakukan dosa kerakusan, dengan makan secara berlebih dan rakus, dosanya ini masih bisa dihilangkan jejaknya. Maksudnya begini. ketika dia rakus, dia akan menjadi gemuk, namun ketika dia bertobat, dia bisa kurus lagi. Jadi masih bisa diperbaiki akibat dosanya. Dosa mencuri juga masih bisa diperbaiki akibatnya. Misalnya seseorang mencuri dan ketahuan. dia kemudian dihukum dan barangnya dikembalikan. Tetapi seseorang yang melakukan dosa seksual, tidak bisa menghilangkan jejaknya, bekasnya. Akibatnya tetap akan ada seumur hidupnya, karena hubungan seksual memiliki efek yang unik terhadap jiwa seseorang. Karena hubungan seksual adalah sebuah hubungan yang sangat pribadi antara dua orang dan mencakup fisik, emosi, jiwa, dan seluruh keberadaan manusia. Bisakah orang yang berselingkuh masih bisa hidup berdampingan dengan istrinya/suaminya tanpa terganggu lagi? seumur hidup dia akan terganggu. Oleh sebab itu jangan menyerahkan anggota tubuh Kristus ini, bait Allah ini untuk dirusak oleh dosa seksual.<br />
Kalau saudara hari ini sudah jatuh ke dalam dosa seksual bertobatlah. Namun jika kita belum jatuh dalam dosa ini, biarlah kebenaran firman Tuhan ini selalu kita pegang. Sehingga ketika datang pencobaan seksual itu, saudara dapat memenangkan pencobaan tersebut.<br />
Seorang ahli sejarah mengatakan &#8220;Pelajaran yang paling besar yang manusia terima dari sejarah adalah manusia tidak mau menerima pelajaran sejarah&#8221;. Berbahagialah mereka sebelum salah, sudah peka dan bisa belajar dari sejarah. Sejarah sudah mencatat mengenai orang orang kristen di korintus yang jatuh ke dalam perzinahan karena mereka memiliki konsep yang salah dalam hidup mereka bahwa mereka bebas dan segala sesuatu halal bagi mereka. Mereka lupa bahwa hidup mereka sudah dibeli oleh darah Kristus dan tubuh mereka bukan milik mereka lagi. Mereka lupa bahwa tubuh mereka adalah bait Allah. Janganlah kita sampai jatuh ke dalam dosa yang sama seperti mereka. Ingatlah prinsip ini bahwa dirimu bukan milikmu lagi tetapi adalah milik Tuhan. Tubuhmu bukan milikmu tetapi bait Roh Kudus. Muliakanlah Allah dengan tubuhmu. Jadilah anggota Kristus yang baik.<br />
Pepatah Tionghoa mengatakan: Kalau kamu jadi ayam, maka jadilah ayam yang baik. Kalau jadi anjing , maka jadilah anjing yang baik. Kalau ikut anjing jadilah anjing yang baik. Maksudnya? Kamu nikah sama siapa, kamu jadi nyonya siapa. Suamimu ayam, kita nyo-yam. Nyonya ayam. Suamimu monyet, kita nyonyet, nyonya monyet. Suami kita kucing, maka kita Nyo-Cing. Jadilah nyonya monyet yang baik. Jadilah Nyonya ayam yang baik. Kita sudah dibeli oleh Kristus, jadilah Nyonya Krstus yang baik, atau dkl jadilah pengikut Kristus yang baik. Tinggalkan kehidupanmu yang berdosa, kembalilah kepada Allah. Hiduplah sesuai dengan statusmu sebagai orang orang yang telah dibeli dengan harga yang mahal. Permuliakanlah Allah dengan tubuhmu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=392&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2012/05/12/tubuhmu-adalah-bait-roh-kudus-1-kor-316-17-6-19-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AMIN (MATIUS 6: 13)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/09/03/amin-matius-6-13/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/09/03/amin-matius-6-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 03:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu kita mengatakan amin setelah berdoa, apakah maksudnya? Amin dalam bahasa Ibrani dipakai di dalam Perjanjian Lama dan sinagoge dan kemudian diteruskan dipakai oleh orang orang kristen. Dalam Alkitab, kata Amin, bukan hanya untuk mengakhiri doa yang menunjukkan adanya sebuah keinginan yang besar untuk didengarkan, tetapi juga penerimaan terhadap apa yang dikatakan oleh raja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=389&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada waktu kita mengatakan amin setelah berdoa, apakah maksudnya?<br />
Amin dalam bahasa Ibrani dipakai di dalam Perjanjian Lama dan sinagoge dan kemudian diteruskan dipakai oleh orang orang kristen. Dalam Alkitab, kata Amin, bukan hanya untuk mengakhiri doa yang menunjukkan adanya sebuah keinginan yang besar untuk didengarkan, tetapi juga penerimaan terhadap apa yang dikatakan oleh raja Daud ( 1 raja 1:36) dan penerimaan terhadap ancaman hukuman dari Allah ( Bilangan 5:22 ;  Ulangan 27:17-26). Akar kata Amin berarti &#8220;benar, pasti,  sungguh, penuh. Kata Amin berarti mengatakan &#8220;ya&#8221; dengan sungguh sungguh dan tegas. Amin bukan hanya harapan bahwa akan &#8220;iya&#8221;. Kata amin ini bukan mudah mudahan,  tetapi merupakan sebuah keyakinan bahwa itu akan terjadi seperti yang dikatakan atau seperti yang diminta.<br />
Amin, juga dipakai oleh Tuhan Yesus sebelum Dia mengucapkan perkataan perkataanNya (Lukas 18:17; Lukas 18:29; Yoh 8:58;  10:1; Yoh 13:21 dll). Ada lebih dari 500 kali Tuhan Yesus memakai kata Amin sebelum mengucapkan sebuah perkataan. Hal ini menggarisbawahi ucapan yang akan dikatakanNya.<br />
Paulus menasehati agar orang kristen mengatakan amin terhadap janji janji Allah ( 2 Korintus 1:20) sehingga ketika kita mengatakan amin maka kita memuliakan Allah yang dapat dipercaya dan benar adanya. Kata amin diucapkan dalam doa-doa umum (1 korintus 14:16). Efek dari mengatakan Amin adalah bahwa kita menyertakan diri kita dalam doa-doa orang lain, dan membuatnya juga menjadi milik kita. Pada waktu seseorang bersyukur, dan kita mengatakan Amin, berarti kita juga ikut serta bersyukur. Pada waktu seseorang meminta sesuatu untuk kita, dna kita mengatakan Amin,  berarti kita juga ikut serta dalam doa itu. Mengapa dalam liturgy , setelah doa berkat, ada pujian Amin…Amin.. ? itu menandakan kita yakin berkat telah dietrima dan akan jadi seperti yang diucapkan oleh Pendeta  dan kita ikut serta dalam berkat itu.  Atau jika tidak ada Nyanyian Amin, seharusnya kita mengatakan Amin, setelah doa berkat itu.<br />
Doa Bapa kami seharusnya dikelilingi dengan kata &#8220;Amin&#8221;. Kata Amin adalah pernyataan iman kita, pengharapan yang kuat, dan sikap kita terhadap setiap bagian dari doa Bapa Kami.  Kita akan mengecek apakah doa Bapa Kami ini betul betul kita aminkan dan bukan hanya sekedar sebuah doa saja, tetapi betul betul akan kita lakukan.<br />
Jawablah pertanyaan dibawah ini. Jika setuju, jawab dengan amin. Jika tidak jangan dijawab.<br />
1.	Apakah saudara percaya Yesus Kristus adalah JuruselamatMu dan dan mengakui bahwa setiap orang kristen lain adalah saudaramu dalam keluarga Allah dan apakah saudara percaya bahwa Allah adalah Bapamu?<br />
2.	Apakah saudara akan menguduskan nama Tuhan di dalam hidupmu, berapapun harganya?<br />
3.	Apakah Saudara mau melihat kemenangan dalam kerajaanNya dan mau melihat segala yang tidak sempurna dalam dunia ini akan berakhir?<br />
4.	Apakah apakah saudara mau bekerja dan menderita untuk kerajaan Allah?<br />
5.	Apakah saudara senang menjadikan kehendak Allah sebagai kehendakMu yang mengatur seluruh hidupmu? dan bersedia menerima bahwa kehendak Allah adalah yang terbaik bagimu?<br />
6.	Apakah saudara melihat dan mengetahui bahwa kalau Allah tidak memenuhi kebutuhanmu dan mengampuni dosamu dan melindungimu dari pencobaan, maka saudara akan terhilang?<br />
7.	Apakah saudara bersedia mengampuni orang yang bersalah kepadamu, seperti Allah sudah mengampuni dirimu?<br />
8.	Apakah masih ada orang yang saudara belum ampuni? Apakah saudara sudah meminta Allah menolongmu untuk mengubah sikapmu untuk bsia mengampuni orang tersebut dan berdamai dengannya?<br />
9.	Apakah saudara sudah berjaga jaga dan berdoa? Apakah saudara akan menjadikannya sebagai kebiasaan mulai sekarang ini?<br />
10.	Apakah Doa Bapa Kami ini benar benar ada dalam hatimu dan bukan hanya diotakmu saja?<br />
11.	Apakah saudara dengan jujur mengatakan Amin terhadap jawaban jawaban tadi?<br />
“Berdoalah seperti ini: Tuhan, ajarlah kami untuk berdoa, dan ajarilah kami untuk menghidupi doa bapa Kami ini, Amin”</p>
<p>Apakah Bahaya dari ketidaktulusan hati?<br />
1. Pengkotbah 5:1-6<br />
2. Kisah 5:1-11</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=389&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/09/03/amin-matius-6-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERAJAAN, KUASA DAN KEMULIAAN (MATIUS 6:13)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/09/03/kerajaan-kuasa-dan-kemuliaan-matius-613/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/09/03/kerajaan-kuasa-dan-kemuliaan-matius-613/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 03:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Doa Bapa Kami memiliki Pola ACTS. Adoration (Pujian, penyembahan), Consecration (Pengudusan), Thanksgiving (Pengucapan syukur), Supplication (Permintaan). Doa ini diawali dengan pujian karena penebusan kita (Bapa), penyembahan terhadap kebesaran transendental dari Allah (di sorga), bersungguh hati untuk kemuliaanNya (dikuduskanlah namaMu) dan mendedikasikan diri kepadaNya (jadilah kehendakMu). Kemudian pada bagian kedua adalah permintaan akan makanan, pengampunan dosa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=387&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Doa Bapa Kami memiliki Pola  ACTS.<br />
Adoration (Pujian, penyembahan),<br />
Consecration (Pengudusan),<br />
Thanksgiving (Pengucapan syukur),<br />
Supplication (Permintaan).<br />
Doa ini diawali dengan pujian karena penebusan kita (Bapa), penyembahan terhadap kebesaran transendental dari Allah (di sorga), bersungguh hati untuk kemuliaanNya (dikuduskanlah namaMu) dan mendedikasikan diri kepadaNya (jadilah kehendakMu). Kemudian pada bagian kedua adalah permintaan akan makanan, pengampunan dosa, dan pimpinan.<br />
Dan setelah permintaan, kemudian kembali lagi kepada pujian atau doxology. Pujian kepada Allah ternyata memiliki tempat yang sangat penting dalam Doa Bapa Kami.  Doa ini diawali dengan pujian dan diakhiri dengan pujian bagi kemuliaan Allah. Pujian mengenai siapa itu Allah, pujian terhadap apa yang Allah lakukan dan akan lakukan. Semakin banyak saudara memuji Allah, semakin banyak kekuatan yang saudata miliki untuk berdoa, dan semakin banyak saudara berdoa, maka semakin banyak saudara memuji Tuhan.</p>
<p>DOA DAN PUJIAN<br />
Pujian dan Doa adalah seperti burung dengan kedua sayapnya, dimana  ketika kedua sayap itu bekerja, maka saudara akan membumbung tinggi. Burung tidak dapat membumbung tinggi jika hanya pakai satu sayapnya untuk terbang. Demikian juga orang kristen yang hanya meminta dan tidak ada pujian dalam doanya tidak akan terangkat tinggi dalam hadirat Allah.<br />
Pujian dalam doa Bapa Kami diakhir dengan kalimat  karena engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama lamanya.</p>
<p>KERAJAAN DAN KUASA<br />
Allah yang kita sembah memiliki kerajaan dan kuasa dan ini dinyatakan dalam akhir doa Bapa Kami. Kerajaan dan kuasa merupakan sebuah ungkapan bahwa bapa memiliki kuasa untuk mengontrol segala sesuatu. (Mazmur 103:19). Pujian ini membangkitkan iman kita bahwa tidak ada yang mustahil untuk Allah lakukan.<br />
Kuasa yang dimiliki oleh Allah bukanlah kuasa kesewenang-wenangan yang jahat tetapi kuasa yang penuh kemurahan, keadilan, kasih dan mempermuliakan Allah.  Kuasa yang penuh kemurahan dan kasih ini ditujukan kepada kita dan seluruh umat manusia. Kuasa ini dinyatakan ketika Allah menyelamatkan Israel dari Mesir, ketika membangkitkan Kristus dari kematian (Efesus 1:19 dst.).  Bacalah ayat ayat ini, mazmur  47, 93, 97, 145 renungkan dan taruh di dalam hati saudara.<br />
Mazmur 147:1  Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.</p>
<p>KEMULIAAN<br />
Pada waktu kita mengucapkan kemuliaan dalam doa Bapa Kami, maka ada dua hal yang dimaksud :<br />
Pertama, memberitahukan kepada Allah (dan sekaligus mengingatkan diri kita sendiri) bahwa Dia, adalah Pencipta dan penebus kita. Dia selalu mulia dalam segala hal yang dilakukanNya secara khusus dalam tindakan anugerahNya yang memberikan kita keselamatan di dalam Kristus Yesus.<br />
Kedua, kita mendedikasikan diri sekarang dan selamanya untuk menyembahNya dan mempermuliakanNya.<br />
Doa Bapa Kami berakhir dengan pujian dan kemuliaan kepada Allah, maka demikianlah seharusnya kehidupan orang kristen juga. Motivasi kita berdoa adalah untuk kemuliaan Allah, bukan untuk memuaskan hawa nafsu kita dan juga bukan untuk memuliakan diri kita. Hidup kita pun juga untuk kemuliaan Allah. Permintaan kita untuk makanan, minuman, pimpinan akan berakhir di dunia ini saja namun pujian untuk kemuliaan Allah akan terus ada sampai kepada kekekalan.<br />
Apakah saudara berdoa untuk kemuliaan Allah? apakah saudara hidup untuk kemuliaan Allah? Prinsip hidup dari manusia pada umumnya adalah kemuliaan bukanlah untuk Allah tetapi untuk saya. Banyak orang memamerkan hal hal yang kita anggap merupakan kemuliaan, misalnya, penampilan fisik, pakaian, kemampuan, posisi, pengaruh, rumah, otak, pengetahuan. Kita ingin agar semua yang kita miliki itu membuat orang memuji diri kita,  menghormati diri kita atau minimal menimbulkan kesan bagi orang banyak.<br />
Tetapi orang kristen mengetahui bahwa kesombongan seperti itu adalah sia sia karena kita ingin dipuji dan dimuliakan dengan dasar siapakah diri kita. Padahal, semua kemuliaan seharusnya kita berikan untuk Tuhan karena Dialah yang memberikan kita semua itu. Siapakah yang memberikan kita penampilan fisik yang cantik, gagah,? Siapakah yang memeberikan kita otak yang pandai? siapakah yang memberikan kita materi? Allah Bapa.<br />
Ujilah diri saudara, apakah kehidupanmu atau hatimu ingin memuliakan Allah? tanyakan kepada diri saudra sendiri, seberapa senang atau seberapa tidak senangkah saudara jika Allah dipuji sementara saudara tidaklah dipuji  atau sebaliknya, saudara yang dipuji dan Allah yang tidak dipuji. Orang kristen yang dewasa, tidaklah berharap kemuliaan diberikan kepadanya. Justru kalau kemuliaan diberikan kepadanya dan bukan kepada Allah, dia akan sedih. Ketika Seorang Hamba Tuhan  dan juga penulis, Richard baxter di puji karena bukunya bagus, dia berkata: saya hanyalah sebuah pena yang berada di tangan Allah. Dan pujian apakah yang pantas diberikan kepada sebuah pena? ini menunjukkan mental kedewasaan. Hendaklah kita senantiasa berseru: berikanlah kemuliaan bagi Allah, itu milikNya dan hanya Dia yang pantas memilikinya.<br />
Bacalah ayat ayat dibawah ini, hapallah dan ungkapkan dalam doa pujian.<br />
• Roma 11:33-36<br />
• 1 Timotius 6:16<br />
• yudas  24</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=387&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/09/03/kerajaan-kuasa-dan-kemuliaan-matius-613/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARI YANG JAHAT (MATIUS 6:13)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/09/03/dari-yang-jahat-matius-613/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/09/03/dari-yang-jahat-matius-613/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 03:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita berbicara mengenai yang jahat, maka hal pertama yang kita bisa katakan adalah, yang jahat itu adalah sebuah realita. Kita tidak bisa mengatakan bahwa yang jahat itu tidak ada. Yang jahat itu bukanlah sebuah ilusi. Yang jahat itu sama realnya dengan yang baik dan perbedaan keduanya sangatlah jauh. Hal kedua mengenai yang jahat adalah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=385&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita berbicara mengenai yang jahat, maka hal pertama yang kita bisa katakan adalah, yang jahat itu adalah sebuah realita. Kita tidak bisa mengatakan bahwa yang jahat itu tidak ada. Yang jahat itu bukanlah sebuah ilusi. Yang jahat itu sama realnya dengan yang baik dan perbedaan keduanya sangatlah jauh.</p>
<p>Hal kedua mengenai yang jahat adalah, bahwa Allah sedang menangani yang jahat. Harga dari Kalvari adalah bahwa Allah telah bertanggungjawab membawa yang baik keluar dari yang jahat. Allah telah menang atas kejahatan dan Dia akan mengakhiri yang jahat. Orang Kristen yang sedang berjuang melawan yang jahat tidaklah perlu pesimis, karena suatu hari, kejahatan yang selama ini merusak yang baik, akan dihancurkan.</p>
<p>Dua macam kejahatan<br />
“yang jahat” dapat didefiniskan dalam dua bentuk. Pertama, “yang jahat” yang berasal dari luar diri kita. Ini adalah kejahatan yang ditimbulkan oleh keadaan, misalnya masalah, penderitaan, kesakitan, atau berbagai bentuk penderitaan. Keadaan bisa menjadi sesuatu “yang jahat” ketika keadaan menimbulkan penderitaan yang besar dan frustrasi dimana kita kemudian berbalik dari kebenaran. Sebaliknya, keadaan tidaklah selalu jahat. Bethoven walaupun tuli tetapi dia bisa mengatasi kefrustrasiannya itu dengan membuat musik yang indah. Mzm 119:71.<br />
Kedua, ada yang jahat di dalam diri kita. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka hal hal yang baik dalam diri manusia menjadi rusak dan berubah menjadi sesuatu yang jahat. Baca Roma 7:19.<br />
Allah yang menyelamatkan<br />
Orang Kristen tidaklah boleh mengabaikan kejahatan yang ada disekitar mereka dan di dalam diri mereka. Karena kita dipanggil untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Roma 12:21). Kejahatan memang masih ada dalam dunia ini dan seringkali kita menjumpainya. Kalahkan kejahatan dengan kebaikan dan berdoa agar minta dilepaskan dari yang jahat.<br />
Tuhan Yesus mengajarkan kita agar minta kepada Bapa supaya dilepaskan dari yang jahat. Artinya minta agar dilepaskan dari kejahatan dalam dunia ini, kejahatan di dalam diri kita, kejahatan yang dilakukan oleh orang lain, oleh Iblis dan pengikut pengikutnya,<br />
Hal yang sangat indah dari doa ini adalah bahwa kita pada saat kita berteriak minta dilepaskan dari yang jahat, maka kita akan mendapatkan pertolongan itu. Allah akan segera bekerja melepaskan kita dari yang jahat yang mengancam diri kita.</p>
<p>kotbah.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=385&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/09/03/dari-yang-jahat-matius-613/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LEPASKANLAH KAMI (MATIUS 6:13)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/09/03/lepaskanlah-kami-matius-613/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/09/03/lepaskanlah-kami-matius-613/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 03:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Visi tentang hidup dalam keluarga Allah yang kita pelajari dari doa Bapa Kami memiliki tiga dimensi, yaitu sebuah kehidupan penyembahan, kebergantungan dan bahaya. Lepaskan kami dari yang jahat adalah sebuah seruan meminta agar dilindungi dalam menghadapi bahaya yang mengancam. Bahaya ini selalu mengancam orang orang percaya. Bahaya Dalam segala rutinitas kita yang nyaman, kita tidaklah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=381&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Visi tentang hidup dalam keluarga Allah yang kita pelajari dari doa Bapa Kami memiliki tiga dimensi, yaitu sebuah kehidupan penyembahan, kebergantungan dan bahaya. Lepaskan kami dari yang jahat adalah sebuah seruan meminta agar dilindungi dalam menghadapi bahaya yang mengancam. Bahaya ini selalu mengancam orang orang percaya.</p>
<p>Bahaya</p>
<p>Dalam segala rutinitas kita yang nyaman, kita tidaklah menganggap bahwa hidup kita berada dalam bahaya. Padahal hidup kita sebenarnya berada dalam bahaya. Dalam doa Anglikan mereka menjabarkan doa “ lepaskanlah kami dari yang jahat seperti ini:”</p>
<p>Lepaskan kami dari dosa, dari Iblis….. dari semua kebutaan hati, dari kesombongan……..dari kematian yang mendadak, yang tidak diharapkan, yang tidak dipersiapkan. …….dari kekerasan hati………..dan sikap yang meremehkan firmanMu ….Tuhan yang baik, lepaskanlah kami dari semua itu.</p>
<p>Sekarang kita akan melihat kedalaman bahaya yang kita alami dan darimana bahaya itu muncul. Kelepasan yang kita minta dari Allah bukan hanya dari keadaan yang merugikan, tetapi keleepasan dari kejahatan yang ada dalam diri. Kelepasan dari dosa di dalam hati kita, kelepasan dari segala kecenderungan hati untuk melakukan hal hal yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan atau kelepasan dari kecenderungan hati untuk mencintai sesuatu atau seseorang lebih dari Allah sendiri. Semua itu adalah sumber bahaya. Hal yang paling berbahaya yang kita alami adalah dosa yang ada dalam diri kita.</p>
<p>TIPU DAYA DOSA</p>
<p>Semua kejahatan keluar dari hati manusia yang sudah jatuh dala dosa. Setan bisa saja terlibat dalam keberdosaan kita, namun sebenarnya dosa itu sudah ada dalam hati kita. Dosa bekerja dengan cara menipu kita (Ibrani 3:13). Kesombongan, kemunafikan, tidak kenal belas kasihan adalah dosa dosa yang seringkali kita lakukan tanpa kita sadari karena sudah ditipu oleh tipu daya dosa. Kita menganggap kita adalah orang yang rendah hati padahal kita sudah sombong. Pernah tidak saudara bersikap munafik tanpa saudara sadari? Munafik itu adalah apa yang ada dalam diri kita, tidak sama dengan apa yang nampak di luar. Banyak doa, pelayanan, sedekah, kegiatan agama dilakukan secara munafik. Doanya bukan sebuah hubungan lagi dengan Tuhan melainkan pameran kata kata. Sedekahnya bukan lagi karena digerakkan oleh kasih tetapi karena ingin dipuji. Orang farisi banyak jatuh ke dalam kemunafikan. Dosa sering memakai tipuan seperti ini untuk membuat kita berdosa. Bukan hanya kesombongan dan kemunafikan yang sering menipu kita , tetapi juga tidak adanya belas kasihan. Untuk membantu orang lain kita memberikan begitu banyak alasan untuk tidak membantunya. Dan kita merasa diri kita benar karena tidak membantunya. Kita tertipu. Padahal mungkin kita sudah berdosa karena tidak ada belas kasihan di dalam diri kita.</p>
<p>Oleh sebab itu kita mesti selalu berjaga jaga terhadap tipu daya dosa ini dan berdoa agar dilepaskan dari tipu daya dosa. Kita membutuhkan pimpinan Allah setiap waktu dalam menghadapi segala yang jahat, baik itu dari dalam maupun dari luar.</p>
<p>Salam</p>
<p>Yohannis Trisfant,</p>
<p>kotbah.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=381&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/09/03/lepaskanlah-kami-matius-613/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PremiumHDV</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/09/02/premiumhdv-2/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/09/02/premiumhdv-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 10:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/2011/09/premiumhdv-2/</guid>
		<description><![CDATA[The days of standard definition video are over. You have probably seen high-definition, or HD, on some of the videos you watch or printed on the box your television came in, and you may be wondering what makes HD quality video different. In detailed terms, HD video is any video with a resolution of 1280 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=380&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="background-color:#ffffff;">The days of standard definition video are over. You have probably seen high-definition, or HD, on some of the videos you watch or printed on the box your television came in, and you may be wondering what makes HD quality video different.</p>
<p>In detailed terms, HD video is any video with a resolution of 1280 x 720 or 1920 x 1080, denoted by 720p and 1080i/1080p respectively. These formats of video can stretch anywhere from 24 to 60 frames per second and are widescreen (16:9). If you are looking at word on a television, for example, you may notice the words progressive inspect or interlace scan. Progressive scanning means the unrestricted picture is drawn object of every plan whereas interlace scanning, which is only for 1080 displays, is where half the lines are redrawn every other frame.</p>
<p>On average, universal digital television (SDTV) has 480 lines in the vertical pageant resolution compared to high-definition television&#8217;s (HDTV) 1,080 or 720 lines. If you are having a hard time conceptualizing the difference, over recall take bed sheets. The higher file reckon a subside of sheets has, the softer those sheets desire feel. A higher crowd of lines in the vertical display changelessness is one of the things that gives you a clearer picture.</p>
<p>SDTVs as per usual participate in a spruce up rate of 24, 30 or 50 frames per second versus HDTV&#8217;s refresh rates of 60-600Hz, with hertz (Hz) denotation actions per second. Higher brace rates do not coins picture quality, but they do as though the idea smoother, tricking our eyes into seeing the flickering cover as constant video.</p>
<p>Most example televisions use interlaced scanning, which offers greater image resolution than progressive scanning when subjects are not in proposition but loses up to half of the resolution when subjects move. On the other hand, high-definition televisions most often have a progressive scanning system, meaning quality is not sacrificed when subjects are striking on screen.
<div>Once you have an HD television, or even without an HDTV, the next thing you will-power look at is HD content. You can notice HD representative sources on the Internet and video trick consoles or through terrestrial broadcast, direct broadcast satellite and digital cable. Created for the wittingly b especially of high-definition video, Blu-ray discs provide ample digital storage to go to <a href="http://www.premiumhdv.com/?cGlkPTQyMiZzaWQ9MzgmY2F0PTE0JnByZz03JnRvdXI9MTQw" title="movies">HD</a>&nbsp;video content. The discs were designed to replace traditional DVDs but have largely not been adopted at near the across the board public since their authorized disenthral in June 2006. A proponent of Blu-ray, Sony designed the PlayStation 3 to play Blu-ray discs while Nintendo&#8217;s restored Wii U will reinforcing HD and the Xbox 360 already supports 1080p quality.</p>
<p>There are lots of online video streaming sites, like YouTube, Hulu and Vimeo, that offer HD video. Online, HD quality videos grasp longer to load, and the image quality of online HD videos is lower than that of broadcast HD, and from time to time poorer than DVD video, because of the heavy compression required.</p>
<p>How and where we watch HD quality videos is changing commonplace due to advances in video technology. Whether you buy&nbsp;a 50 inches Panasonic Viera or an Apple iPhone, HD is appropriate the industry standard in video resolution, and it is important to positive what makes high-definition contrary from the old standard. For more information on HD videos please visit <a href="http://www.premiumhdv.com/?cGlkPTQyMiZzaWQ9NTEmY2F0PTE0JnByZz03JnRvdXI9MTQw" title="movies">Premium HDV</a>.</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=380&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/09/02/premiumhdv-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengampunan sebagai gaya hidup (Matius 18:21-35)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/08/27/pengampunan-sebagai-gaya-hidup-matius-1821-35/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/08/27/pengampunan-sebagai-gaya-hidup-matius-1821-35/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 12:55:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh seorang supir Truk sedang duduk makan di sebuah restaurant. Sedang asyik-asyiknya dia menikmati makanan nya dan memikirkan bisnisnya, tiba-tiba pintu restaurant dibuka dengan kasar. Dan masuklah beberapa orang gang bermotor ke dalam restaurant ituMereka berjalan menuju ke arah supir Truk dan berkata: ”kami mau pakai meja ini. Supir Truk menjawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=373&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh</p>
<p>s<span class="Apple-style-span" style="color:#444444;font-size:16px;line-height:24px;">eorang supir Truk sedang duduk makan di sebuah restaurant. Sedang asyik-asyiknya dia menikmati makanan nya dan memikirkan bisnisnya, tiba-tiba pintu restaurant dibuka dengan kasar. Dan masuklah beberapa orang gang bermotor ke dalam restaurant ituMereka berjalan menuju ke arah supir Truk dan berkata: <em>”kami mau pakai meja ini</em>. Supir Truk menjawab dengan kalem: <em>”Maaf ya mas, saya belum  selesai makan.”</em>. Kemudian pemimpin Gang bermotor itu mengambil cangkir kopi, gula,  dari supir Truk dan meletakkan semuanya di atas piring makanan. Dan berkata:” sekarang kamu sudah selesai”. Bagaimana respon supir Truk ini? Dia bangkit dengan tenang dan berjalan keluar  menuju pintu.  Anggota-anggota gang bermotor langsung mentertawakan supir Truk itu. Mereka berkata :”<em>dia bukan laki-laki, tapi banci.</em> Namun tidak lama kemudian terdengar suara gaduh di luar restaurant. Apa yang terjadi? Ternyata si supir truk menabrak sampai hancur semua motor-motor gang itu dengan truknya yang besar. Kisah ini hanyalah kisah dalam sebuah film.    </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada sebuah kisah yang lain, kisah nyata, bukan dari film, terjadi tahun 1900 awal. Ketika itu, Turki memimpin pemusnahan orang-orang Armenia. Seorang pemimpin Turki menyerbu ke rumah-rumah orang Armenia. Dia membunuh orang-orang yang lanjut usia. Mengambil wanita –wanita untuk pasukannya dan untuk dirinya. Akhirnya seorang wanita berhasil meloloskan diri. Wanita ini kemudian mengikuti pendidikan menjadi seorang perawat./suster. Ternyata setelah selesai dia ditempatkan di sebuah rumah sakit Turki. Suatu malam , dengan hanya diterangi oleh lentera, dia melihat wajah pemimpin Turki yang jahat itu sedang terbaring sakit parah. Bagaimana respon wanita ini? Dia melakukan semua yang bisa dikerjakannya untuk menolong pria tersebut. Dia terus bekerja dan menolong orang turki itu sampai sembuh. Suatu hari, dokter dan perawat berdiri di samping ranjang orang turki tersebut. Dokter itu berkata seperti ini:”tanpa perhatian wanita ini, kamu sudah lama mati.</p>
<p>Kemudia pemimpin Turki itu memandang  wanita tersebut dan berkata:” “<em>sepertinya kita pernah ketemu”</em>.</p>
<p>“Ya” jawab perawat tersebut:<em> Kita pernah ketemu”</em>.</p>
<p>Lalu jawab orang Turki itu:, “<em>mengapa kamu tidak  membunuh saya?</em></p>
<p>Wanita itu menjawab: <em>saya seorang pengikut Yesus yang memerintahkan kepada kami:”kasihilah musuhmu.</em></p>
<p>Apakah perbedaan antara perawat tersebut dengan supir truk yang tadi saya ceritakan? Supir truk tadi bereaksi dengan keras ketika waktu makannya diganggu, ketika dia dilecehkan oleh gang bermotor. Sebaliknya perawat ini meresponi seorang pembunuh dengan cara bekerja  siang dan malam untuk menyelamatkannya dari kematian.</p>
<p>Mari kita jujur  dalam kasus ini. Kita merasakan bahwa pengampunan itu mengagumkan, heroic, bersifat kepahlawanan.Namun kalau kita mau jujur juga, kita merasakan bahwa pembalasan dendam itu nikmat. Kalau kalian nonton film dimana jagoan kita memulai aksinya membalas dendam, wah betapa nikmatnya bukan? Nikmat melihat musuh-musuhnya dihajar dan disiksa satu persatu sampai mampus. Kisah perawat tadi memiliki <em>holy ending</em> (Kisahnya berakhir dengan kekudusan). Tetapi kisah si supir Truk tadi berakhir dengan happy ending, bukan? (berakhir dengan menyenangkan karena si supir Truk bisa membalas dendam kepada gang bermotor tadi).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita suka ketika supir truk menghancurkan motor dari gang bermotor yang jahat itu. Kita mengatakan keadilan ditegakkan. Yang jahat harus dibalas dengan yang jahat.</p>
<p>Namun apakah seperti itu? Apakah adil ketika motor yang jumlahnya sekitar beberapa ribu dollar dihancurkan hanya gara-gara jam makan terganggu, atau karena makanan si supir truk dibuang? Tidak adil bukan? Harga motor yang sangat mahal kalau dibandingkan dengan makanan maka harga makanan tidaklah seberapa. Tetapi si supir truk sudah membalas dengan lebih dahsyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada orang yang  tidak bisa tahan disakiti oleh sesamanya. Sekali disakiti langsung dibalas. Namun ada juga yang cukup tahan sampai, 2 kali baru dia balas sekali, dengan sekali pembalasan yang dahsyat.  Sehingga ada pepatah orang dunia: <em>kalau kamu baik sama saya, saya akan 100 kali lebih baik kepadamu, tetapi kalau kamu jahat kepada saya maka saya akan 1000 kali lebih jahat terhadap kamu.</em></p>
<p>Dalam pandangan Rabi-rabi Yahudi, pengampunan cukup diberikan sampai 3 kali.  Dalam Yoma 86b:” Jika seseorang melakukan pelanggaran, maka pertama, kedua dan ketiga dia boleh diampuni, tetapi pada kali yang ke empat tidak lagi diampuni. Jadi orang Yahudi memberikan batasan, sampai 3 kali kamu boleh membuat saya jengkel, marah, sakit, menderita, tapi kali ke empat saya tidak akan tinggal diam, saya tidak bisa lagi mengampunimu, saya akan balas, dan pasti pembalasannya lebih  keras, sebab dendamnya sudah disimpan cukup lama.</p>
<p>Petrus terlatih di dalam hukum dan tradisi Yahudi. Dari Tradisi Yahudi, dia mengetahui bahwa  mengampuni sesama ada batas sampai 3 kali. Petrus tahu tugasnya. Petrus telah belajar tentang pentingnya pengampunan, dan dia menyadari bahwa dia harus mengampuni saudaranya. Namun muncul suatu pertanyaan di dalam dirinya, bagaimana pendapat Yesus tentang pengampunan, apakah ada batas di dalam memberikan pengampunan? Apakah cukup 3 kali atau mesti 7 kali saya mengampuni? Sampai mana batasnya saya bersabar dan memberikan pengampunan? Sampai kapan saya bisa membalas dendam? Petrus bertanya :”<em> Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai 7 kali?</em> Ketika Petrus mengatakan 7 kali, dia sudah melipatgandakan sebesar 2 kali lipat dari aturan rabi-rabi Yahudi. Petrus merasa kalau pengampunan diberikan sebanyak 7 kali, maka itu sudah cukup, karena sudah melebihi apa yang dikatakan oleh rabi-rabi Yahudi. Petrus  berharap bahwa Yesus akan menjawab: <em>Ya petrus cukup sampai 7 kali kamu mengampuni saudaramu</em>.”  Tetapi jawaban Yesus tidak seperti yang dia harapkan:   Yesus berkata:  saya beritahukan kepadamu, bukan 7 kali tetapi 77 kali 7. NIV:: 77 kali. LAI: 70 kali 7 kali.</p>
<p>Ketika Yesus menjawab sampai tujuh puluh kali tujuh kali, bukan berarti, bahwa kita dianjurkan untuk menunggu dan menghitung kesalahan orang lain sampai angka 77 kali, dan setelah orang tersebut bersalah yang ke 78 kali barulah kita mengadakan pembalasan. Bukan itu maksud Tuhan Yesus. Pengampunan itu bukan hitungan matematika. Bagi Yesus pengampunan itu sepenuh hati dan sifatnya konstant.Pengampunan itu tidak ada batasnya, tidak terhingga. Dan karena itu, orang kristen harus terus mengampuni dari hari lepas ke sehari. Tidak pernah bosan mengampuni. Tidak pernah berhenti mengampuni. Pengampunan itu seperti makanan sehari-harinya. Atau dengan kalimat yang lebih keren:  PENGAMPUNAN ADALAH <strong><em>WAY</em></strong><strong><em> Of LIFE</em></strong> ATAU CARA HIDUP ORANG KRISTEN.</p>
<p>Pembalasan dendam bukanlah way of life atau bukan cara hidup dari murid-murid Yesus. Yesus menegaskan pengajarannya ini dengan memberikan perumpamaan. Yesus memberikan perumpamaan bahwa hal kerajaan surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Kata hamba yang digunakan bukanlah berarti budak. Kata hamba memang biasa dipakai untuk orang-orang yang melayani raja.  Hamba-hamba yang dipanggil menghadap adalah mereka yang memiliki jabatan tinggi. Pada saat itu, raja memanggil mereka dengan maksud mengadakan perhitungan atas uang yang telah dipinjamkannya kepada mereka. Kemudian dihadapkanlah seorang yang berhutang 10.000 talenta. Kata dihadapkan ini memberikan kepada kita kesan bahwa orang tersebut mencoba menghindar dari pengadilan raja atau dia telah ditahan sebelumnya karena hutang-hutangnya tersebut sebelum pengadilan di gelar. Hutangnya berjumlah 10.000 talenta, uang yang sangat besar jumlahnya. Mungkin hamba ini seorang pejabat tinggi yang dipercaya mengelola uang yang sangat besar. Dan diduga bahwa dia adalah pemungut pajak petani di daerah yang kaya. Hutang sebesar 10.000 talenta adalah sebuah jumlah yang tak ada taranya. 10.000 talenta berarti tak terhitung, tak terbatas, tak terbilang. Dalam Greek English Lexicon,  jumlah 10.000 telanta besarnya sekitar beberapa juta dollar.  Lebih jauh lagi Telanta pada zaman itu satuan yang paling besar dalam sistem pembayaran. Sebagai perbandingan, Herodes  setiap tahunnya memiliki penghasilan dari seluruh kerajaannya sekitar 900 talenta. Kalau Herodes setiap tahunnya memiliki penghasilan 900 talenta, sedangkan orang ini berhutang 10.000 talenta, berarti , hamba ini memiliki hutang yang sangat dahyast. Kita tidaklah diberitahu, apa yang telah dia lakukan dengan uang tersebut. Kita tidak tahu mengapa jumlah uang yang sangat besar itu, bisa habis, apakah dia berfoya-foya atau istrinya memboroskan, kita tidak tahu. Hal tersebut tidak penting, yang penting dia telah berhutang dalam jumlah yang sangat besar. Pada hari itu, dia menyadari bahwa dia tidak bisa membayar hutang tersebut.Hamba tersebut karena tidak dapat membayar hutang-hutangnya, maka dia dan keluarganya serta harta miliknya akan dijual. Kelihatannya tidak fair, mengapa anak dan istri juga mesti dijual. Pada zaman itu, karena anak dan istri adalah milik dari hamba tersebut, dan hamba itu sendiri telah dijual, maka berarti secara alamiah, seluruh miliknya termasuk anak dan sitrinya juga turut terjual.  Hamba ini berhutang sangat besar, maka dia harus juga membayar dengan hukuman yang sangat besar. Penjara sudah dikenal pada zaman Roma Yunani. Penjara selain menahan jangan melarikan diri, juga memberikan kesempatan buat kerabatnya untuk menebusnya dari penjara dengan membayar lunas hutang-hutangnya. Jadi ketika dirinya dan keluarga nya dijual, maka itu sudah merupakan hukuman yang adil. Semua ini merupakan bencana bagi hamba tersebut. Hutang yang sangat banyak, serta semua harta benda miliknya dijual,  maka tidak ada kesempatan lagi  bagi dia untuk bebas. Segala sesuatu telah hilang. Keadilan sudah tidak berguna lagi baginya. Walaupun pun dia mencari pengacara yang hebat, dia tetap terjerat oleh hukum keadilan yang ditimpakan atas dirinya. Hal yang paling dia butuhkan saat ini adalah kemurahan. Kemudian dia bersujud dan menyembah. Dia minta keringanan dengan segala upayanya. Raja menaruh belas kasihan kepada hamba tersebut. Hati raja tergerak oleh belas kasihan. Kalau pada mulanya, raja ini hendak melemparkan orang tersebut ke dalam penjara, tetapi sekarang hatinya tergerak oleh belas kasihan dan memberikan pengampunan buat hamba tersebut. Raja ini melakukan lebih dari yang diminta oleh hamba itu. Hamba tersebut, meminta  waktu untuk melunasi hutangnya, walaupun tidak mungkin dia mampu membayar hutangnya, tetapi raja menghapus semua hutangnya. Dia membebaskan orang itu dari penjara dan meghapuskan hutang-hiutangnya. Raja tidak memberikan syarat untuk penghapusan hutang nya dan juga tidak ragu-ragu.  Penghapusan hutang diberikan sebagai suatu anugerah.</p>
<p>Hamba ini ternyata juga memiutangi orang lain sebesar 100 dinar.  Satu dinar adalah koin perak Romawi, biasa dipakai untuk membayar upah sehari kerja.  Untuk mendapatkan 100 dinar, seseorang harus bekerja selama 100 hari, Memang tidak bisa dianggap remeh, namun bila dibandingkan dengan hutang hamba pertama ini yang jumlahnya 10.000 Talenta, maka 100 dinar itu sangat jauh lebih kecil daripada 10.000 talenta= 6.000.000 dinar. Namun hamba yang jahat ini dengan antusias menagih hutangnya kepada temannya, ditangkap sampai dicekik. Seperti seorang Preman yang sedang menagih hutang. Kawannnya pun memohon belas kasihan kepada hamba yang pertama ini. Kita tentu berharap hamba ini bersedia membebaskan juga hutang temannya, namun ternyata dia bertindak sebaliknya. Dia menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai hutang-hutangnya dilunasi. Temannya yang dipenjarakan ini tentu tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh uang, maka harapannya menjadi suram. Disini Yesus menggambarkan kepada kita, sebuah contoh betapa mengerikannya hati yang tidak mau mengampuni. Betapa menyedihkan hati yang tidak memiliki rasa terima kasih kepada yang sudah mengampuninya.</p>
<p>Raja itu, ketika mendengarkan apa yang terjadi, sangatlah marah.  Maka raja itu memanggil hamba yang jahat itu dan berkata kepadanya, “<em>Hamba yang jahat! Seluruh utangmu sudah kuhapuskan hanya karena engkau memohon kepadaku. Bukankah engkau pun harus menaruh kasihan kepada kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? </em>Hamba yang jahat ini gagal menjadikan pengampunan sebagai cara hidupnya, padahal dia baru saja menerima pengampunan yaitu pembebasan hutang. Hatinya tidak tersentuh oleh kemurahan raja yang telah diterimanya. Dan karena hatinya tidak tersentuh, maka cara hidupnya juga tidak berubah. Dia lebih suka menuntut keadilan daripada mengampuni, padahal dia sudah dibebaskan dari pengadilan.</p>
<p>Anugerah Allah yang diberikan buat saudara demikian besarnya, tidak bisa dihitung, Begitulah juga seharusnya pengampunan yang saudara berikan kepada sesamamu. Suatu Pengampunan yang juga tidak terbatas. Pengampunan yang sudah menjadi gaya hidup mu Kalau saudara perhatikan di film, film itu selalu menonjolkan pembalasan dendam. Itu dilakukan karena balas dendam sudah menjadi way of life orang-orang dunia. Balas dendam dianggap alami oleh orang-orang dunia. Sedangkan pengampunan dianggap tidak alami. Kita sudah mengalami sesuatu yang tidak alami, yaitu pengampunan dari Allah. Untuk itu, Allah tidak mau kalau kita menjalani hidup ini dgn cara yang alami, yaitu balas dendam. Allah ingin kita menjalani hidup ini dengan cara supranatural , menjadikan pengampunan sebagai way of life dalam hidup saudara. Cara supranatural ini tidak akan dapat dilakukan oleh orang-orang dunia. Hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah mengalami kasih Kristus.</p>
<p>Perumpamaan tentang pengampunan ini letaknya di dalam alkitab seperti sandwich. Perumpamaan ini diapit oleh dua topik pengajaran Yesus. Pertama sebelum perumpamaan ini Tuhan Yesus membahas tentang menasihati sesama saudara. Dan setelah perumpamaan pengampunan Tuhan Yesus membahas tentang perceraian. Kedua topik ini, yaitu hubungan dengan saudara-saudara seiman dan hubungan suami istri membutuhkan pengampunan. Seberapa tegang hubungan saudara dengan rekan-rekan di gereja? Seberapa tegang juga hubunganmu dengan istri atau suami/anak? Apakah sudah sampai tahap hendak bercerai? pemecahannya hanya terletak pada pengampunan. Dari penelitian yang dilakukannya, seorang ahli menyimpulkan bahwa dalam kehidupan rurmah tangga, pada tahun pertama laki-laki bicara dan fihak perempuan yang mendengarkan. Pada tahun kedua wanita yang bicara dan fihak laki-laki yang mendengarkan. Pada tahun ketiga kedua suami istri sama-sama bicara, dan tetangga yang mendengarkan. Pertengkaran pasti timbul  dalam suatu rumah tangga. Sudah berapa kali suami menyakiti ibu-ibu. Sudah berapa kali istri saudara menyakiti saudara? Sudah 10 kali? Berapa kalipun saudara disakiti oleh pasanganmu, saudara tetap harus mengampuni. Bahkan sampai mati pun saudara tetap mengampuni, kalau pengampunan adalah cara hidup saudara. Hubungan suami istri akan pulih dan tidak perlu berakhir dengan perceraian jika ada pengampunan. Tidak perlu menunggu orang lain yang memulai. Kalau memang pengampunan adalah <em>way of life</em> kita maka kitalah yang memulai untuk mengampuni. Dunia yang berdosa, yang sering menyakiti orang lain, membutuhkan orang-orang kristen yang memiliki pengampunan sebagai  way of life nya. Jika saudara tidak bersedia mengampuni saudara-saudaramu, dan terus hidup dalam kebencian  maka saudara akan kesulitan hidup di dalam dunia ini. Kebencian kita terhadap orang lain akan menghabiskan komponen oranganik otak yang dikenal sebagai serotonin dan noradrenaline. Kehilangan zat ini bisa menyebakan depresi. Tengah malam akan terbangun dan sulit tidur lagi, mengalami gangguan konsentrasi dan memori, merasa lelah sepanjang hari, sakit kepala, menurunnya berat badan.  Kebencian yang terus dipupuk akan menyebabkan menurunnya antibodi, mudah terkena infeksi, bisa stroke.  Jika depresi terus berkepanjangan dan terus ada kebencian thd orang lain, maka orang itu akan melakukan bunuh diri. Jika saudara tidak bisa mengampuni, atau cara hidup yang penuh dgn pengampunan tidak saudara miliki maka saudara juga akan mengalami kesulitan dalam hubunganmu dengan Tuhan. Kita perhatikan bagian akhir dari perumpamaan Yesus. Ketika mendengar bahwa hamba yang telah dihapuskan hutangnya itu, tidak mau mengampuni kawannya yang berhutang 100 dinar, maka Raja itu sangat marah. Hamba yang jahat itu dimasukkannya ke dalam penjara sampai ia melunasi semua utangnya.&#8221; Dan karena hutangnya sangat besar, ini berarti dia tidak akan pernah keluar dari penjara itu. Hamba yang jahat ini tidak berhak mendapat lagi anugerah. Karena dia menolak untuk mengampuni kawannya. Saudara yang menolak memberikan pengampunan buat orang lain. Saudara tidak akan bisa mengucapkan doa Bapa Kami.Bukankah isi doa bapa kami bunyinya seperti ini :”ampunilah kami seperti kami telah mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Bagaimana mungkin saudara bisa mengucapkan doa Bapa kami dengan sungguh-sungguh jika masih ada orang yang belum bisa saudara ampuni. Ibadahmu juga akan terhalang, jika masih ada ganjalan dalam hatimu dengan saudaramu. (Mat 5:23). Doa mu akan terhalang, jika saudara tidak hidup bijaksana dengan istrimu (I Petr 3:7) Jadi setiap orang yang telah mengalami pengampunan harus siap untuk mengampuni orang lain yang berhutang kepadanya dan dia harus melakukannya dengan segenap hatinya. Untuk menjelaskan kebesaran kasih pengampunan  Allah, maka hal itu harus direfleksikan di dalam kehidupan kita. Apabila kita mengampuni orang lain , maka itu dapat menjelaskan kasih,  pengampunan  dari Allah yang sudah diberikan kepada kita.</p>
<p>Salam: yohannis trisfant</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=373&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/08/27/pengampunan-sebagai-gaya-hidup-matius-1821-35/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMULIAAN KRISTUS (MATIUS 17:1-9)</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/08/27/kemuliaan-kristus-matius-171-9/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/08/27/kemuliaan-kristus-matius-171-9/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 12:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh Hari ini , kita akan mendengarkan kisah mengenai peristiwa yang ajaib yang dilakukan oleh Kristus. Peristiwa ini adalah sesuatu yang misteri dan luar biasa, dimana kemuliaan Tuhan Yesus Nampak di depan mata ketiga muridNya. Gereja gereja di Timur dan di Barat merayakan peristiwa pemuliaan ini pada tanggal 6 agustus. Memang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=371&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-size:small;"><span class="Apple-style-span" style="line-height:24px;">Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh</span></span></h1>
<p>Hari ini , kita akan mendengarkan kisah mengenai peristiwa yang ajaib yang dilakukan oleh Kristus. Peristiwa ini adalah sesuatu yang misteri dan luar biasa, dimana kemuliaan Tuhan Yesus Nampak di depan mata ketiga muridNya. Gereja gereja di Timur dan di Barat merayakan peristiwa pemuliaan ini pada tanggal 6 agustus. Memang, tanggal 6 agustus bukanlah tanggal yang tepat terjadinya persitiwa itu, namun banyak gereja gereja mengenang peristiwa itu pada bulan Agustus. Gereja di Timur menyebutnya denga Perayaan Perubahan Rupa dengan nama Taborian.</p>
<p>Enam hari setelah peristiwa kaisarea Filipi, Tuhan Yesus membawa ketiga murid yang dekat dengannya yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes ke sebuah gunung yang tinggi. Gunung apakah ini?  Kalau gereja di Timur menyebutnya gunung Tabor. Namun sebenarnya gunung Tabor terlalu jauh dari Kaesaria filipi. Kaesaria Filipi terletak di bagian utara sedangkan gunung Tabir di sebelah selatan. Lebih cocok kalau dikatakan, bahwa Gunung ini adalah gunung Hermon dan lebih dekat dengan kaisarea Filipi. Disana suasananya sepi.</p>
<p>Apakah yang terjadi di gunung itu? Tuhan Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang, berkilat kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Kemudian mereka melihat Musa dan Elia sedang berbicara dengan Tuhan Yesus. Musa adalah nabi yang memebrikan hukum hukum Allah kepada bangsa Israel. Berkat Musalah, bangsa Israel memiliki hukum hukum Allah, termasuk 10 hukum. Sedangkan Elia adalah nabi yang sangat besar dan terutama diantara para nabi nabi dalam kerajaan Israel.  Musa, sebagai pemberi hukum yang terbesar dan Elia sebagai nabi yang terbesar diantara para nabi bertemu dengan Tuhan Yesus sebelum Tuhan Yesus naik ke atas kayu salib.  Kedua orang ini menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara dengan Tuhan Yesus.  Apakah yang dibicarakan oleh kedua orang hebat itu dengan Tuhan Yesus?  Mereka  berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem (Luk 9:31  ). Kedua nabi ini menyadari bahwa semua yang mereka inginkan, rindukan, nanti nantikan di masa lalu ada di dalam diri Tuhan Yesus.  Penggenapan Taurat, penggenapan nubuatan tentang datangnya Mesias, tentang penebusan semuanya ada dalam Kristus. Seolah olah saat itu Tuhan Yesus diyakinkan oleh mereka bahwa Tuhan Yesus menebus manusia berada di dalam jalur yang benar. Karena semua sejarah alkitab mengarah kepada salib. Seolah olah kedua nabi itu berkata kepada Tuhan Yesus yang akan naik di atas kayu salib seperti ini: “teruskan”.</p>
<p>Petrus yang melihat Musa dan elia  sedang berbicara kepada Yesus menjadi kaget dan senang sekali. Selama ini dia hanya mendengar dari kitab suci mengenai kedua nabi itu, namun sekarang dia bisa melihatnya sedang berbicara dengan Tuhan Yesus di dalam kemuliaan. Petrus langsung berkata kepada Tuhan Yesus:  &#8220;Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.&#8221;  Mungkin Petrus pikir, kedua tamu itu akan tinggal agak lama di atas gunung untuk berbcicara dengan Tuhan Yesus, makanya dia mau mendirikan tiga kemah. Namun ketika dia sedang berkata &#8211; kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: &#8220;Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.&#8221;  Ini adalah suara Allah. Kehadiran Allah biasanya dinyatakan melalui kehadiran awan. Dan kalimat yang diucapkan oleh suara ini sama ketika Tuhan Yesus dibaptiskan yaitu: inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan. (matius 3:17). Hal ini menunjukkan bahwa Allah Bapa setuju dengan Misi Allah Anak untuk menebus manusia di atas kayu salib.  Seolah oleh Allah Bapa mengatakan kepada Allah Anak:  teruskan sampai ke kayu salib.</p>
<p>Penebusan dosa kalian, adalah penebusan dosa yang sudah direncanakan sebelum dunia ini. Penebusan dosa kalian, sudah dinubuatkan ribuan tahun sebelum natal. Penebusan dosa kalian bukanlah sebuah acara dadakan dari Allah. Itu semua sudah direncanakan. Penebusan dosa merupakan rencana dan pekerjaan yang besar dari Allah dan didukung sepenuhnya dari soranga.</p>
<p>Kita harus memuji Allah karena karya penebusannya di atas kayu salib atas hidup kalian. Kita mesti setiap hari bersyukur kepada Allah yang telah menanggung dosa dosa kita di atas kayu salib. Belajarlah bersyukur bukan hanya untuk kesehatan, untuk pekerjaan, studi, tetapi bersyukurlah juga setiap hari untuk anugerah keselamatan yang sudah kalian terima dari Tuhan Yesus. Anugerah keselataman itu Cuma Cuma diberikan oleh Tuhan, tetapi harganya sangat mahal karena dibayar dengan kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib.</p>
<p>Salam: Yohannis Trisfant</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=371&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/08/27/kemuliaan-kristus-matius-171-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INTEGRITAS</title>
		<link>http://kotbah.org/2011/08/26/integritas/</link>
		<comments>http://kotbah.org/2011/08/26/integritas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 10:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>trisfant</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kotbah.org/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh INTEGRITAS 1 Sam 13:14; Kisah 13;22; Mazmur 78: 72 PENDAHULUAN Pria dan wanita yg berkenan di hati manusia mudah kita temui. Tetapi orang yg berkenan di hati Allah sulit di cari. Apakah itu hidup yang berkenan kepada Allah?  Apakah hidup yang berkenan di hati Allah berarti hidup yg tanpa dosa? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=365&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Pdt. Yohannis Trisfant, MTh</p>
<p align="center"><strong>INTEGRITAS</strong></p>
<p>1 Sam 13:14; Kisah 13;22; Mazmur 78: 72</p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Pria dan wanita yg berkenan di hati manusia mudah kita temui. Tetapi orang yg berkenan di hati Allah sulit di cari. Apakah itu hidup yang berkenan kepada Allah?  Apakah hidup yang berkenan di hati Allah berarti hidup yg tanpa dosa? Apakah orang yang berkenan di hati Allah tidak memiliki kekurangan-kekuarangan? Bukan, org yg berkenan di hati Allah bukannya orang yang tanpa dosa, bukannya orang yang sempurna.</p>
<p>Daud adalah orang yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan, namun dia disebut sebagai orang yang berkenan di hati Allah? Apakah yg membuat seseorang berkenan di hati Allah. Salah satu hal yang membuat Daud berkenan di hati Allah adalah dia memiliki integritas.  Mazmur 78:71-72 Dari tempat domba-domba yg menyusui didatangkanNya dia, untuk menggembalakan Yakub, umatNya, dan Israel, milikNya sendiri. Ia menggembalakan mereka dengan <strong>ketulusan</strong> hatinya dan menuntun mereka dengan <strong>kecakapan</strong> tangannya</p>
<p>Sifat apakah yg dimiliki oleh Daud yg membuat dia dikenan oleh Allah? Dari ayat tadi, Mazmur 78, ada dua hal yang dimiliki oleh Daud. Apakah itu? Ketulusan hati dan kecakapan tangan (keterampilan)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Daud memiliki kemampuan memimpin bangsa Israel. Namun hal yang paling penting yang dimiliki Daud adalah ketulusan hati.</p>
<p>Apakah itu ketulusan hati? NIV: Mazmur 78: 72 And David shepherded them <strong>with integrity of heart</strong>; with skillful hands he led them. NKJ: Mazmur 78: 72 So he shepherded them <strong>according to the integrity of his heart</strong>, and guided them by the skillfulness of his hands. Karakter yang dimiliki oleh Daud sebelum menjadi pemimpin dan selama menjadi pemimpin adalah dia berintegritas</p>
<p>Apa itu integritas? Integritas adalah keadaan saudara ketika tidak ada orang yang melihatnya. Artinya saudara benar-benar jujur. Dengan kata lain, apa yang nampak diluar sama dengan apa yang ada di dalam hati saudara.. Apa yang saudara katakan, sama dengan apa yang ada di hati saudara. Tidak ada kemunafikan.</p>
<p>Saya akan beri contoh, sebuah kisah nyata. Seorang Pendeta pernah bercerita tentang kisah pemilihan majelis di gereja. Setelah melalui proses pemilihan yang cukup seru maka terpilihlah 10 orang untuk menjadi majelis dalam periode yang baru. Lalu tibalah mereka pada acara pemilihan ketua majelis. Hampir semua majelis yang baru terpilih mendesak seorang bapak, katakanlah bapak A, untuk menjadi ketua majelis. Tetapi berulang kali bapak A berkata: “Jangan saya tidak bisa, saya tidak pantas, sungguh jangan saya tidak mau. Akhirnya, pemilihan ketua majelis diadakan dengan cara setiap orang menulis di selembar kertas kecil sebuah nama yang difavoritkan untuk menjadi ketua. Setelah 10 orang majelis itu selesai menulis dan kertas dikumpulkan, kemudian nama-nama di kertas itu dibacakan dan hasilnya ditulis dipapan tulis.Ternyata dugaan semua orang tidak meleset, dari kertas pertama sampai kertas kesembilan nama yang tertulis adalah nama bapak A. Semua orang tertawa dan menyalaminya. Bapak A menjadi rikuh dan berkali-kali berkata: “Jangan, jangan saya orang lain saja. Saya tidak mau! Ketika orang sedang sibuk menyalaminya, sang pendeta berkata: “Coba bukalah kertas yang terakhir? Semua orang tenang kembali, kemudian kertas kecil itu dibuka dan nama yang terakhir itu adalah juga nama bapak A. Itu berarti bahwa bapak A telah memilih dirinya sendiri</p>
<p>Semua orang menjadi bingung dan bertanya-tanya tentang diri bapak A, “mengapa <em>yang dikatakan</em> oleh bapak A berbeda dengan <em>yang tersimpan</em> di dalam hatinya?” Bapak A ini tidak punya integritas.  Apa yang ada dimulut berbeda dengan yang ada dihati. Dengan kata lain, “mengapa <strong>citra</strong> yang diberikan oleh bapak A kepada orang-orang di sekelilingnya berbeda dengan <strong>integritas</strong> yang ada di dalam dirinya.”</p>
<p>Daud melakukan pekerjaannya dengan penuh integritas. Dia tidak munafik. Apa yang nampak di luar sama dengan apa yang ada di dalam hatinya. Dia benar-benar jujur. Daud tdk bermain sandiwara untuk menunjukkan bahwa dirinya baik. Dia memang baik. Alkitab mengatakan dia memiliki integritas. Banyak orang yg berpendapat seperti ini :” yang penting adalah kesan yang bagus, hanya itu yang penting. Namun kalau saudara mempunyai filosofi yang seperti itu, saudara tidak akan pernah menjadi anak Allah.</p>
<p>Kita tidak dapat mengelabui Yang Mahakuasa.. Allah tidak terkesan dengan penampilan luar. Allah selalu terpusat pada kualitas bagian dalam….dimana ini membutuhkan waktu dan dispilin untuk mengolahnya. Ketika Samuel memilih calon raja Israel untuk menggantikan Saul, Samuel tertarik dengan Eliab yang parasnya ganteng, tubuhnya tinggi besar, tetapi TUHAN berkata kepadanya,” “jangan pandang parasnya atau perawakan yg tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yg dilihat Allah; manusia melihat apa yg ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Sam 16:6,7)</p>
<p>Kemudian Abinadab, Syama dan yang lainnya juga ditolak oleh Tuhan, mengapa? Karena Tuhan tidak dapat dibujuk dgn penampilan luar, Tuhan melihat hati. Dan kualitas ini ada pada anak bungsu Isai, yaitu Daud. Sehingga Daud disebut sebagai orang yg berkenan di hati Tuhan sebab Daud memiliki kualitas spritual yg dalam, memiliki integritas. Orang yg berkenan di hati Tuhan, yg punya kualitas spiritual mendalam pasti dicari Allah untuk menduduki jabatan kepemimpinan dimanapun itu</p>
<p>Apa yang saudara kejar saat ini? Keberhasilan di dalam karier, studi, pekerjaan? Kita berusaha keras meningkatkan citra kita didepan manusia. Kita bekerja keras agar citra kita naik, sehingga mendapatkan penghargaan dari manusia. Kita belajar keras supaya citra kita naik, sehingga disanjung oleh orang-orang. Kita mungkin melayani dengan sungguh-sungguh dan dengan motivasi supaya citra kita naik di mata orang lain. Namun semua citra yang hebat itu tidak ada gunanya kalau integritas kita tidak dibangun. Semua itu akan hancur</p>
<p>Banyak orang yang hebat, berhasil; di mata dunia, dihormati di masyarakat, tetapi karena tidak punya integritas./kerohanian yang mendalam akhirnya hidupnya hancur, menjadi lesbian, homoseks, koruptor,, melahap org lain, menindas, rakus dll</p>
<p>Sangat menyedihkan, saat ini banyak orang yg berusaha lebih keras membangun citranya daripada membangun integritas mereka. Dengan kata lain, banyak sekali manusia bahkan orang Kristen yang berusaha sangat keras membangun penampilan luarnya daripada membangun kualitas rohaninya. Mereka merasa lebih dihargai kalau pakai barang-barang yg bermerek. Ini lebih diperhatikan daripada kualitas rohani mereka</p>
<p>Semua benda-benda mahal yang kita pakai, penampilan kita yang keren tidak ada gunanya, kalau kita tidak memiliki integritas</p>
<p>Tuhan Yesus mengecam dengan keras orang yg tidak punya integritas. Yesus mengatakan : “celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Fairis, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu berihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerasukan. Hai orang Farisi yg buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.</p>
<p>Kata celakanlah mengandung arti : ” kemarahan dan juga kedukaan. Tuhan Yesus geram dan juga sedih melihat kehidupan rohaniawan saat itu. Orang-orang Farisi dan ahli Taurat berusaha menjaga penampilan luar mereka, nama baik mereka, kehormatan di mata publik. Namun sayang sekali, mereka hanya memoles bagian luarnya, bukan bagian dalamnya.</p>
<p><em>“Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih,”</em></p>
<p>Tuhan Yesus menyamakan para rohaniwan, pelayan Tuhan itu dengan orang buta yang tidak pernah melihat wajahnya sendiri di dalam cermin. Mereka disibukkan dengan imajinasi akan reputasi diri mereka, tetapi tidak mau introspeksi diri dan menyadari realita yang ada.</p>
<p>Namun demikian, di sini Yesus memberikan satu prinsip “kebangunan” untuk para pemimpin itu, yaitu bereskanlah yang di dalam lebih dahulu, yang tidak kelihatan oleh mata orang lain, maka yang di luar dengan sendirinya akan mengikuti.</p>
<p>Di cina kuno orang menginginkan rasa aman. Mereka takut dgn orang bar-bar dari utara. Untuk itu orang-orang Cina membangun tembok besar</p>
<ul>
<li>Tembok itu <strong>begitu tinggi </strong>shg mereka yakin tidak ada seorang pun yg bisa memanjatnya</li>
<li>Dan tembok itu juga <strong>demikian tebal</strong> sehingga tidak ada apapun yang dapat mendobraknya</li>
<li>Mereka merasa sangat aman dengan tembok tinggi dan tebal itu</li>
<li>Namun dalam seratus tahun pertama sejak adanya tembok, Cina diserang tiga kali</li>
<li>Orang Barbar ini tidaklah memanjat tembok dan juga tidak menjebol tembok</li>
<li>Mereka hanya menyuap penjaga pintu gerbang dan kemudian masuk berbondong-bondong ke dalam kota</li>
</ul>
<p>Kita lihat, bahwa orang-orang Cina begitu sibuk membangun tembok batu, sehingga lupa mengajarkan tentang integritas kepada penjaga-penjaga tembok</p>
<p>Walaupun temboknya hebat tetapi kalau penjaga nya tidak punya integritas apa gunanya, mereka bisa disuap. Demikian juga dengan gereja, jikalau para pemimpin, pelayan dan jemaat tidak punya integritas, APA GUNANYA? Kesaksian kita akan ditertawakan, injil akan dicemooh karena pelayan-pelayannya bobrok. Yudas memiliki penampilan hebat, dia murid Tuhan Yesus, dia seorang bendahara, pasti dia seorang ahli keuangan, tetapi karena tidak punya integritas/rohani yg mendalam, maka diapun menjual Tuhan Yesus</p>
<p>Satu saja murid yang tidak punya integritas, sudah bisa menjual Tuhan Yesus. Akibat dari pelayan yang tidak memiliki integritas, sangat parah dan merusak pekerjaan Tuhan. Selain merusak pekerjaan Tuhan, orang yang tidak punya integritas juga merusak dirinya sendiri. Hester H. Cholmondelay mengatakan :” ketika Yudas menjual Yesus 30 keping perak, maka sesungguhnya Yudas bukan menjual Yesus, melainkan dia menjual dirinya sendiri. Dia menjual kerohaniannya</p>
<p>Kalau kekayaan kita hilang, maka tidak ada yang hilang. Sebab kita lahir tanpa membawa apa-apa. Ketika kesehatan hilang, maka sesuatu hilang. Namun ketika watak hilang, maka segala-galanya hilang Orang Farisi dan ahli Taurat, sudah kehilangan watak. Rohani yg baik. Ini berarti mereka sudah kehilangan segala-galanya</p>
<p>Jika saudara sudah kehilangan spiritualitas yang mendalam, maka saudara sudah kehilangan segala-galanya. Tidak ada lagi yg dapat diharapkan dari saudara</p>
<p>Kita perlu segera datang kpd Yesus supaya yg bagian dalam ini dibereskan. Yesus mengatakan bereskan yg dalam dulu, maka bagian luar akan dengan sendirinya mengikuti.</p>
<p>Hati adalah pusat dari kehidupan batin seseorang, dimana seluruh kekuatan dan fungsi spiritual berasal. Hati adalah pondasi dibangunnya integritas. Bagi Allah hati seseorang merupakan standar ukuran dari pelayannnya.  Allah menilai hati bukan luar atau prestasi. Untuk itu Daud disebut sebagai orang yg berkenan <strong><em>di hati </em></strong>Allah. Sebab Daud memiliki spritualitas yg mendalam. Dan karena Daud memiliki Spiritualitas yg mendalam , maka dia siap untuk menduduki posisi kepemimpinan. Jika kita memiliki spiritualitas yg mendalam, maka kita memiliki segalanya, sebaliknya jika tidak punya spiritualitas mendalam, kita kehilangan segala-galanya</p>
<p>Sebelum Daud menjadi seorang raja Israel, dia adalah seorang gembala domba. Dia sering berada di dalam kesendirian, hanya bersama domba-dombanya. Selama bermalam-malam dia dia duduk sendirian dibawah bintang-bintang. Dia juga sendirian merasakan tiupan angin yg kencang. Sendirian merasakan panas matahari. Selain sendirian, Daud juga tidak dikenal oleh banyak orang. Dia hanya dikenal oleh domba-dombanya. Sebagai seorang penggembala,. Daud juga harus tahan mengerjakan pekerjaan yg monoton, rutinitas, yang tidak menarik, tidak penting. Namun walapun pekerjaannya monoton, tidak terkenal, tidak dilihat oleh orang lain, Daud tetap setia dan berintegritas dalam melakukan tugas-tugasnya ini</p>
<p>Daud memberikan kesaksian: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang yg menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya (1 Sam 17: 34-35)</p>
<p>Dari kesaksiannya ini, saya ingin bertanya, Pria seperti apakah Daud ini?  Dia adalah seorang Pria yg bertanggungjawab ketika tidak ada orang yg melihatnya. Siapa yang melihat dia membela mati-matian domba-dombanya? enggak ada. Orang yang memiliki integritas itu seperti ini. Walaupun tidak ada yang mengawasi, melihatnya, mereka tetap melakukan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab.  Daud sudah setia dalam perkara yang kecil yaitu menjaga domba-domba ayahnya, menyelamatkan mereka dari mulut singa dan beruang. Sehingga ketika datang perkara yg lebih besar, yaitu Goliat menantang Israel, maka Daud sudah siap dan mampu menghadapinya</p>
<p>Didalam perkara-perkara kecillah membuktikan bahwa kita mampu menghadapi perkara-perkaran yang lebih besar. Kalau saudara memiliki cita-cita yg tinggi, maka saudara harus memelihara kebiasaan untuk melakukan perkara-perkaran kecil dengan baik dengan penuh integritas. Jika sdr sudah belajar melakukan perkara-perkara kecil dengan baik, maka kata Charles Swindoll, pada saat itulah Allah akan memasukkan besi ke dalam tulangmu</p>
<p>Kita saat ini mungkin melakukan tugas-tugas yg rutin yg kelihatan tdk penting, tidak terkenal. Semua ini merupakan sebuah ujian bagi saudara, apakah bisa lulus dan melakukan dengan baik. Kalau saudara melakukan dengan bertanggungjawab wlp tidak ada yg melihat, maka itu berartu saudara siap melakukan tugas-tugas yg lebih besar yg dipercayakan Allah</p>
<p>Namun kalau yg kecil-kecil saja kita tidak becus melakukannya., tidak setia karena tidak diawasi, maka kita juga tidak akan becus melakukan perkara-perkara yang lebih besar dan tidak akan dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar. Ini berlaku baik di dalam pekerjaan ataupun didalam pelayanan kita. Daud berkenan di hati Allah, karena Daud setia melakukan pekerjaannya yang rutin, tidak terkenal. Daud berkenan di hati Allah, karena Daud memiliki integritas walaupun tidak ada orang yang mengawasi atau melihatnya. Mazmur 89:21 menuliskan:” DipilihNya Daud, hambaNya, diambilNya dia dari antara kandang-kandang kambing domba.</p>
<p>Allah berkenan kepada Daud bukan karena Daud itu punya banyak Talenta atau banyak karisma, atau karena memiliki pengaruh yg besar. Daud tidak punya pengaruh yang besar ketika dia dipilih untuk menjadi raja Isarel. Dia hanyalah seorang gembala domba.. Allah tidaklah peduli dengan catatan prestasi yg mengesankan. TUHAN lebih peduli dengan Karakter.</p>
<p>Apakah sdr punya hati seorang hamba? Mentaati Allah, punya srpitualitas yg mendalam, punya integritas? Melayani/bekerja dengan setia dan berintegriats? Inilah Daud. Dia memiliki spirtualitas yg dalam Iitulah sebabnya Daud berkenan di hati Allah</p>
<p>Bagaimana dengan kita ? apakah kita juga adalah orang yang berkenan di hati TUHAN. Daud bukan orang yg sempurna, dia punya banyak kelemahan, tetapi Allah melihat dia sebagai seorang yang berkenan di hatiNya.</p>
<p>Allah sedang mencari orang yang berkarakter, seorang yang hatinya benar dihadapan Allah. Allah tdk tertarik pada tinggi tubuh seseorang, tetapi kepada kebesaran jiwanya.</p>
<p>Kalau kita sudah ada di hatiNya Allah, maka berkat yg mengejutkan akan diberikan Allah. Coba perhatikan proses pemilihan raja di rumah Isai. Samuel sudah melihat semua anak Isai, dan tidak ada satupun yang berkenan di hati Tuhan.  Kemudian Samuel bertanya kepada Isai :” Inikah anakmu semuanya? Jawabnya: ”masih tinggal yg bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kata Samuel kepada Isai:”Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan sebelum ia datang ke mari. (1 Sam 16:11). Rupanya dalam proses mencari raja di rumah Isai ini, ada anak yang sengaja dilupakan yaitu Daud. Isai tidak mencalonkan anaknya yang bungsu yaitu Daud, sebagai raja. Isai sengaja melupakan Daud. Isai hanya melihat Daud tidak lebih dari seorang penjaga domba. Makanya Daud tdk diikutkan dalam pemilihan raja.</p>
<p>Namun walaupun manusia lupa, tetapi Allah tetap ingat. Kalau kita sudah ada dihatiNya Allah, maka walaupun manusia melupakan kita, Allah tetap ingat kita. Walaupun manusia melupakan Daud, tetapi Allah tetap ingat Daud. Allah di dalam kedaulatanNya memimpin Samuel sehingga menemukan Daud dan mengurapiNya menjadi raja. Daud diurapi menjadi raja bukan oleh keputusan seorang nabi besar seperti Samuel.. Tetapi semuanya oleh karena kedaulatan yg penuh dari Allah.</p>
<p>Allah ingat kepada orang-orang yg seperti Daud, orang-orang yg berintegritas. Keunikan Daud menjadi nyata, ketika tak satupun diantara ketujuh saudaranya yang kualifaid di mata Allah.</p>
<p>Kita melihat bahwa jabatan yang mencari Daud, bukan Daud yang mencari jabatan. Orang yang berkenan di hati Allah tidak perlu mencari jabatan, jabatan yang akan mencari kita.. Allah sedang mencari orang-orang yang seperti Daud untuk diberikan tanggungjawab yang besar dalam segala bidang, baik itu di gereja maupun di masyarakat</p>
<ul>
<li>Yeh 22:30 Aku ,mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak..mempertahankan negeri ini</li>
<li>Yer 5:1 lintasilah jalan-jalan Yerusalem, lihatlah….apakah kamu dapat menemui seseorang…….yang melakukan keadilan dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu</li>
</ul>
<p>Baik kitab suci maupun sejarah Israel dan sejarah gereja membuktikan, bahwa jika Allah mendapatkan seseorang yang sesuai dengan persyaratan rohaniNya, yang rela untuk membayar seluruh biaya pemuridan, maka Ia akan memakai dia sepenuhnya meskipun orang itu penuh kekurangan. Orang-orang seperti ini adalah Musa, Gideon, Daud, Martin Luther, John Wesley, William Carey.</p>
<p>Kita seringkali lupa bahwa gereja kita, bangsa kita membutuhkan orang-orang Kristen yang berintegritas seperti Daud. Saat ini kita kurang orang-orang yang rohani dan kuat. Dan kurangnya orang-orang yang seperti ini merapakan suatu gejala penyakit yang mencekam.</p>
<p>Didalam dunia yang sedang bergejolak ini suara orang kristen sudah tidak terdengar. Orang Kristen hanya ramai, bersemangat di gereja, tetapi tidak ada suara kesaksian, tidak ada teladan. Tidak kualifaid oleh Tuhan. Tujuh orang saudara Daud, kelihatan hebat secara fisik, namun dianggap tidak memenuhi syarat untuk diberikan tanggungjawab yang besar.</p>
<p>Allah mencari dan mengingat orang-orang Kristen yg kualifaid. Walaupun seringkali kita lupa bahwa saat ini kita membutuhkan orang-orang Kristen yg seperti Daud, namun Allah tetap ingat. Tuhan sedang mempersiapkan kita disini untuk menjalani masa depan kita. seperti Daud yg sedang dipersiapkan dipadang penggembalaan. Setialah, milikilah integritas. Dan ketika tiba waktunya Tuhan akan memberikan kepada kita sebuah kepercayaan yang jauh lebih besar. Baik itu digereja ini, ataupun dimasyarakat kita.</p>
<p>Tahun 1809 disebut sebagai tahun yang baik, sebab sejarah mencatat bahwa pada tahun itu lahir negarawan, penulis, pemikir seperti Wiliam Gladstone, Alfred Tenysson, Oliver Wendell Holmes , Charles Robert Darwin, Abraham Lincoln, yang akan menandai permulaan suatu zaman</p>
<p>Namun pada tahun 1809 itu tidak ada yang peduli atau memperhatikan calon orang-orang hebat diatas.  Pada tahun itu dunia hanya memusatkan perhatiannnya kepada Napoleon yang berbaris melintasi Austria, dimana kota-kota dan kampung-kampung jatuh ke dalam genggaman nya</p>
<ul>
<li>Dunia pada waktu itu hanya memperhatikan Napoleon yang hendak menguasai dunia. Dan semua orang bertanya-tanya apakah Napoleon akan mengusai dunia ini?</li>
<li>Sedangkan calon-calon orang hebat yang akan mengubah dunia, yang akan menyentuh kehidupan manusia, sama sekali tidak ada yang memperhatikan</li>
<li>Tetapi walaupun dunia tidak memeprhatikan William Gladstone, Abraham Lincoln dll namun Allah memperhatikan mereka</li>
<li>Allah memakai mereka dengan luar biasa</li>
</ul>
<p>Seandainya sdr dan saya adalah orang Yahudi yg hidup pada tahun 1020 BC, mungkin hal yang sama juga terjadi pada kita. Semua perhatian kita akan difokuskan kepada Saul, raja pertama Israel. Saul adalah titik pusat dunia Yahudi pada waktu itu. Dia memimpin negeri itu dengan keras. Namun sementara itu, ada seseorang yang tidak berarti yang sedang menjaga domba-domba ayahnya diperbukitan Yudea dekat desa Betlehem. Seorang anak lelaki yang bernama Daud yang tidak diperhatikan orang…….KECUALI ALLAH</p>
<p>Saya yakin bhw diantara saudara ini, ada orang-orang yang seperti Daud, yg tidak menjadi pusat perhatian, namun sedang dipersiapkan Allah untuk menjadi alat yang luar biasa ditangan Allah. Efesus 2:10</p>
<p>Penulis: Yohannis Trisfant, MTh</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mediakotbah.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mediakotbah.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kotbah.org&#038;blog=7773257&#038;post=365&#038;subd=mediakotbah&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kotbah.org/2011/08/26/integritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cec54b9fcd4505afd75d7073ea947718?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ayong</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
